STMIK IKMI Cirebon Perkuat Digitalisasi SDM lewat Instructor Mini Conference Cisco

STMIK IKMI Cirebon
SIAPKAN SDM: STMIK IKMI Cirebon menggelar Instructor Mini Conference Cisco Networking Academy di kampus setempat, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari berbagai latar belakang. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – STMIK IKMI Cirebon kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang serius menyiapkan sumber daya manusia digital. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Instructor Mini Conference Cisco Networking Academy yang digelar di kampus STMIK IKMI Cirebon, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini diikuti 60 peserta. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari guru SMK Wilayah III Cirebon, dosen perguruan tinggi, hingga perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon. Peserta juga datang dari sejumlah kampus yang sudah tergabung maupun yang berencana bergabung dengan Cisco Networking Academy.

Skala pesertanya cukup luas. Tidak hanya dari Cirebon dan Jawa Barat. Sejumlah peserta datang dari Politeknik Negeri Padang, Politeknik Negeri Bandung, hingga Universitas Bakrie Jakarta. Ini menunjukkan daya tarik STMIK IKMI Cirebon sebagai tuan rumah kegiatan nasional di bidang teknologi informasi.

Baca Juga:Baru 96 Desa Digital, Pemkab Cirebon Kejar Target 414 Desa Bestatus Smart Village di 2029Film Penerbangan Terakhir Ungkap Skandal Dunia Penerbangan

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Instructor Mini Conference yang digagas Cisco Systems Indonesia. Konferensi tahunan Cisco tahun ini akan dipusatkan di Sumatera. Sebagai pengantar, Cisco menggelar seri mini conference di tiga kota. Serang, Cirebon, dan Madura. Cirebon menjadi kota kedua. Lokasinya dipilih di STMIK IKMI Cirebon.

Area Academy Manager Cisco Systems Indonesia, Adri Gautama, menjelaskan bahwa kegiatan ini berfokus pada penguatan digitalisasi pendidikan. Utamanya dalam menyiapkan peserta didik sejak di ruang kelas agar siap masuk ke dunia kerja IT yang sesungguhnya.

Cisco mendorong agar kurikulum global tidak berhenti di atas kertas. Kurikulum harus hidup di kelas. Diterapkan secara nyata. Disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, mahasiswa dan siswa tidak kaget saat masuk ke dunia kerja.

Dalam konteks itu, STMIK IKMI Cirebon dinilai sebagai salah satu kampus yang paling aktif. Kurikulum Cisco tidak berdiri sendiri. Tetapi diintegrasikan ke dalam kurikulum kampus. Sejumlah mata kuliah diselaraskan dengan modul Cisco.

Beberapa materi Cisco bahkan dijadikan bagian resmi dari pembelajaran. Model ini memberi keuntungan ganda bagi mahasiswa. Saat lulus, mereka tidak hanya membawa ijazah kampus. Mereka juga mengantongi sertifikat mikrokredensial dari Cisco sesuai kursus yang diambil. Sertifikat ini diakui secara global. Menjadi nilai tambah di pasar kerja.

0 Komentar