CIREBON – Tim bola basket SMP Islam Al Azhar 5 Cirebon menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Double J Turnamen Basket 3×3 yang digelar bekerja sama dengan Perbasi Kota Cirebon di GOR Glory, Jalan Olahraga, Kota Cirebon, pada 19–21 Januari 2026. Dalam turnamen tersebut, tim putra berhasil meraih juara 2 tingkat SMP. Sementara tim putri menempati posisi juara 3.
Capaian ini menjadi bukti konsistensi dan kerja keras para atlet muda Al Azhar 5 Cirebon dalam mengembangkan potensi di bidang olahraga basket.
Pada partai final putra, tim Al Azhar B harus mengakui keunggulan SMP Negeri 1 Cirebon B dengan skor 4–7. Sementara pada laga perebutan juara 3 putri, tim Al Azhar A berhasil mengalahkan SMP Negeri 1 Cirebon B dengan skor 6–4.
Baca Juga:Wisuda Perdana Poltekkes KMC Kuningan, Bupati Dian Tekankan Amanah Kemanusiaan Lulusan Gizi dan FisioterapiSPPG di Indramayu Mulai Bersiap Hadapi Menu MBG Selama Bulan Ramadan
Kepala SMP Islam Al Azhar 5 Cirebon, Dadang Hamdan SPd menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian para siswa. Ia berharap, prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang di masa mendatang.
“Selamat atas kemenangan tim putra dan putri basket Ostrich Spalzha. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus berkembang, mengedepankan karakter Islami, serta tetap berproses tanpa mengenal lelah. Sukses selalu untuk anak-anak hebat, barakallah!” ujarnya.
Senada dengan itu, Rivan Nuari Wibowo SPd MPd GR selaku guru pembina basket, menekankan pentingnya kerja keras dan keberanian dalam meraih kesuksesan.
“Kesuksesan adalah hasil dari kerja keras dan ketekunan. Berani mencoba adalah langkah awal menuju keberhasilan. Sukses selalu untuk anak-anak basket Ostrich Spalzha yang hebat,” katanya.
Sementara itu, pelatih tim basket SMP Islam Al Azhar 5 Cirebon, Nikko Rozy, dinilai berhasil membawa tim tampil kompetitif sepanjang turnamen yang diikuti berbagai sekolah tingkat SMP se-Kota Cirebon.
Keikutsertaan dan prestasi dalam turnamen ini diharapkan dapat semakin memacu semangat para siswa untuk berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga nonakademik, khususnya olahraga basket.
“Para pemain pantang menyerah. Semangat mereka dalam latihan dan bertanding sangat tinggi. Hasil ini adalah jerih payah semuanya. Para atlet, pelatih, pihak sekolah, dan juga tentunya dukungan orang tua,” ucap mantan atlet Libama tersebut.
