Truk Tangkir Air Hancur setelah Dihajar KA Menoreh di Dompyong Kulon, Terseret 300 Meter

Kecelakaan Truk Tangkir Air Dihajar KA Menoreh
RUSAK PARAH: Tabrakan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/1/2026). Tampak kerusakan cukup parah pada lokomotif KA Menoreh serta truk tangki air yang terbelah beberapa bagian. Foto: ISTIMEWA
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Kecelakaan di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu terjadi lagi di Kabupaten Cirebon. Kali ini truk tangki air atau truk pengangkut air dihajar Kereta Api (KA) Menoreh relasi Semarang Tawang-Pasar Senen di KM 301+34 di Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 02.47 WIB.

Kerusakan cukup parah, baik pada truk tangki air yang terbelah beberapa bagian, juga pada lokomotif kereta api rusak parah di bagian depan. Kecelakaan ini terjadi saat truk tangki yang dikemudikan Abi Eko Adrian (33) warga Kedung Jaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, melintasi rel kereta api tanpa palang pintu dari arah Dompyong ke Getrak Moyan.

Saat melewati perlintasan rel kereta api tersebut, ia diduga tak melihat situasi sekitar. Karena Ketika ia berada di tengah-tengah rel, seketika datang KA Menoreh dari arah Jawa Tengah. Tabrakan keras itu tak terhindarkan. Truk tangki air terseret sejauh kurang lebih 300 meter.

Baca Juga:Masjid Agung Sumber Baiknya Dikelola Pemkab CirebonKisah Pitu Warga Kriyan Barat Cirebon, Bertahun-tahun Tinggal bersama ODGJ

Beruntung tak ada korban jiwa. Sopir tangki air Abi Eko Adrian serta masinis bernama Linda Fahrur Ferdian (41) dan asisten masinis bernama Sujud Santoso (38), mengalami luka dan dievakusi ke RSUD Waled untuk penanganan medis lebih lanjut.

Sementara itu, proses evakuasi lokomotif KA Menoreh yang sempat mengganggu perjalanan kereta api di lintas Pantura Cirebon akhirnya tuntas. Jalur kereta api di petak Babakan-Waruduwur kembali bisa dilalui, meski dengan pembatasan kecepatan.

Evakuasi berhasil diselesaikan pada pukul 09.22 WIB. Proses penanganan melibatkan railway crane yang didatangkan dari Dipo Lokomotif Cirebon, dibantu petugas prasarana dan sarana KAI. Setelah lokomotif berhasil dievakuasi, KAI langsung melakukan perbaikan pada jalur hilir yang mengalami kerusakan.

Jalur tersebut kini sudah dapat dilewati kereta api dengan kecepatan terbatas 40 kilometer per jam. Kecepatan akan dinaikkan secara bertahap seiring kondisi lintasan yang semakin stabil. Sementara itu, jalur hulu hanya sempat ditutup sementara selama proses evakuasi berlangsung. Setelah pekerjaan selesai, jalur hulu langsung dapat dilalui kembali dengan kecepatan normal.

Insiden tersebut berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dan menengah. Sedikitnya 12 perjalanan KA mengalami kelambatan. Seperti Majapahit, Blambangan Ekspres, Kertajaya, Dharmawangsa, Argo Merbabu, Menoreh, Kaligung, Argo Sindoro, hingga Tawang Jaya Premium, baik dari arah Jawa Timur maupun Jawa Tengah menuju Cirebon dan Jakarta.

0 Komentar