“Di balik toga yang dikenakan hari ini, ada doa yang tidak pernah putus dan pengorbanan yang tidak ternilai dari orang tua,” tuturnya.
Bupati Dian juga menyinggung tantangan pembangunan daerah, termasuk keterbatasan fiskal dan penguatan sektor kesehatan. Namun demikian, ia optimistis bahwa dengan sinergi seluruh pihak serta kehadiran tenaga kesehatan muda yang kompeten dan berkarakter, Kabupaten Kuningan mampu bersaing dan sejajar dengan daerah lain.
Ia berharap Poltekkes KMC Kuningan terus berkembang menjadi pusat lahirnya tenaga kesehatan yang unggul secara keilmuan, kuat secara etika, serta memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.
Baca Juga:Ketua PUI Rizki Video Call dengan Bupati Lucky Saat di Masjid Al Aqsha Palestina Prediksi Juventus vs Benfica, Liga Champions 22 Januari 2026
Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri Kuningan (YWIM), Drs H Momon Rochmana MM, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas dukungan nyata terhadap pengembangan kampus, termasuk fasilitasi pemanfaatan aset daerah.
Ia berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar, terus mengasah soft skill seperti kejujuran, disiplin, dan kecintaan terhadap profesi, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Acara wisuda perdana Poltekkes KMC Kuningan ini turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Dudy Pamuji SE MSi, unsur Forkopimda, pimpinan dan civitas akademika Poltekkes KMC Kuningan, serta keluarga wisudawan dan wisudawati. (ags)
