RADARCIREBON.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon mencatat kinerja tinggi sepanjang 2025. Selain menangani 110 kasus kebakaran, petugas juga melakukan 532 operasi penyelamatan non-kebakaran.
Berdasarkan data DPKP, total kerugian akibat kebakaran selama 2025 ditaksir mencapai Rp4,95 miliar. Namun, sebagian besar pekerjaan petugas justru didominasi penanganan penyelamatan non-kebakaran.
Sekretaris DPKP Kota Cirebon, Hanry David, mengatakan dari 532 kejadian penyelamatan, sebanyak 389 kasus merupakan evakuasi hewan berbahaya.
Baca Juga:STMIK IKMI Cirebon Perkuat Digitalisasi SDM lewat Instructor Mini Conference CiscoPetugas Harus Paham Haji Tamattu, Kemenhaj Tekankan Wajib Kuasai Dam, Miqat, dan Sektor Hotel Makkah
“Laporan terbanyak adalah penanganan lebah dan tawon sebanyak 170 kejadian, disusul evakuasi ular sebanyak 162 kasus,” kata David, Rabu (21/1/2026).
Ia menilai, tingginya angka tersebut menunjukkan peran Damkar yang kini tidak hanya terbatas pada pemadaman kebakaran, tetapi juga menjadi layanan darurat yang cepat dihubungi masyarakat.
Selain penanganan darurat, DPKP Kota Cirebon juga aktif melakukan upaya pencegahan melalui edukasi kebakaran sejak usia dini, khususnya kepada anak-anak taman kanak-kanak, dengan metode interaktif.
DPKP juga terlibat dalam berbagai kegiatan lintas sektor, seperti pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2025, pengamanan arus mudik dan balik, serta penguatan koordinasi kesiapsiagaan bencana.
Untuk meningkatkan kapasitas personel, Damkar Kota Cirebon turut berpartisipasi dalam National Firefighter Skill Competition (NFSC) 2025 tingkat regional Jawa Barat dan nasional.
Dari sisi sarana, menjelang akhir tahun DPKP menerima satu unit mobil pemadam bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan ditempatkan di Bakorwil Cirebon guna memperkuat respons kebakaran lintas daerah.
“Dengan semangat ‘Kita 1, Kita Terbaik’, Damkar Penyelamatan akan terus hadir melayani masyarakat,” pungkas David. (ade)
