“Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan lemahnya pengawasan distribusi menjadi pemicu utama resistensi. Jika tidak ditangani bersama melalui penerapan CDOB yang ketat dan pelayanan yang beretika, efektivitas pengobatan akan terus menurun dan risiko kesehatan masyarakat semakin besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran GP Farmasi sangat penting dalam membina anggotanya agar memiliki kompetensi yang selaras dengan regulasi terbaru. (cep)
