Realisasi Investasi di Kawasan Rebana, Kabupaten Cirebon Nomor 3, Kuningan Paling Buncit

realisasi investasi kawasan rebana 2025
Selama tahun 2025, realisasi investasi di Kawasan Rebana mencapai Rp 36,67 triliun. Untuk investasi di Kabupaten Cirebon menduduki posisi ketiga dan Kabupaten Kuningan menjadi yang paling buncit.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Selama tahun 2025, realisasi investasi di Kawasan Rebana mencapai Rp 36,67 triliun. Untuk investasi di Kabupaten Cirebon menduduki posisi ketiga dan Kabupaten Kuningan menjadi yang paling buncit.

Selama tahun 2025, investasi yang masuk di Kabupaten Cirebon mencapai Rp 4,01 triliun. Sementara investasi di Kabupaten Kuningan hanya Rp 253 miliar.

Untuk diketahui, Kawasan Rebana meliputi 7 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Ada Kota Kabupaten Cirebon, Kuningan, Indramayu, Majalengka, Subang dan Sumedang.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

Investasi paling tinggi di Kawasan Rebana ini diduduki oleh Kabupaten Subang, yang mencapai Rp 18,2 triliun. Kemudian disusul oleh Kabupaten Sumedang sebesar Rp 5,63 triliun.

Setelah Kabupaten Cirebon di posisi ketiga, urutan keempat diduduki oleh Kabupaten Majalengka. Investasi di Kota Angin ini mencapai Rp 3,36 triliun.

Baru setelah Majalengka, urutan kelima diduduki oleh Kabupaten Indramayu. Investasi di Bumi Segandu ini mencapai Rp3,35 triliun. Hanya terpaut Rp 1 miliar di bawah Majalengka.

Jauh di bawah Indramayu, adalah investasi di Kota Cirebon. Investasi di Kota Udang ini hanya sebesar Rp 1,85 triliun di tahun 2025. Padahal Kota Cirebon satu-satunya kota di Kawasan Rebana.

Yang menyedihkan adalah Kabupaten Kuningan. Kabupaten berjuluk Kota Kuda ini menjadi yang paling buncit dalam realisasi investasi yang masuk. Selama tahun 2025 hanya ada investasi sebesar Rp 253 miliar.

Investasi yang masuk di kawasan Rabana ini didasarkan data yang dirilis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Dari jumlah investasi sebesar Rp 36,67 triliun, hampir 50 persen disumbangkan oleh Kabupaten Subang yang mencapai Rp 18,2 triliun.

Sekarang ini yang menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Pengelola Rebana adalah Helmy Yahya. Dia pernah mengatakan, salah satu tuganya adalah membawa investor untuk berinvestasi di Kawasan Rebana.

Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta

Menurut pria asal Palembang, Sumatera Selatan ini, Rebana merupakan koridor strategis. Kawasan ini dirancang sebagai motor pertumbuhan ekonomi masa depan Jawa Barat.

0 Komentar