Sempat Terlihat Murung, Pria Asal Pati Ditemukan Meninggal di Kamar Gara-gara Ini

Polsek Indramayu
PASANG GARIS POLISI: Petugas dari Polsek Indramayu memasang garis polisi di rumah tempat korban berinisial S ditemukan meninggal dunia, Kamis (22/1). Foto: ANANG SYAHRONI / RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Warga Perumahan BDI di Desa Tambak, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi gantung diri. Lokasi meninggalnya sosok pria tersebut yakni di dapur tempat tinggalnya, Kamis (22/1/2026) pagi.

Korban diketahui berinisial S (38 tahun), warga asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Selama berada di Indramayu, korban bekerja sebagai montir di sebuah bengkel sepeda motor yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban.

Satpam Perumahan BDI, Rizki mengatakan, dirinya pertama kali menemukan korban sekitar pukul 06.00 kemarin. Saat itu, ia hendak masuk ke rumah untuk buang air kecil, namun sebelum masuk kamar mandi, melihat korban sudah tergantung di dapur dengan leher terikat kawat.

Baca Juga:Wisuda Perdana Poltekkes KMC Kuningan, Bupati Dian Tekankan Amanah Kemanusiaan Lulusan Gizi dan FisioterapiSPPG di Indramayu Mulai Bersiap Hadapi Menu MBG Selama Bulan Ramadan

“Saya dan korban memang tinggal satu rumah. Pagi itu, saat mau ke kamar mandi, saya melihat S sudah tergantung,” ujarnya.

Rizki kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kakaknya yang juga pemilik bengkel tempat korban bekerja. Lokasi rumah kakaknya tidak jauh dari tempat kejadian. Setelah memastikan kondisi korban, peristiwa itu langsung dilaporkan kepada warga sekitar, juga kepada Polsek Indramayu.

Pemilik bengkel, Novian menuturkan, korban telah bekerja di bengkelnya selama sekitar enam bulan sebagai mekanik sepeda motor. Saat pertama kali bekerja, korban mengaku berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Namun tidak menunjukkan identitas diri berupa KTP.

“Selama bekerja, S dikenal pendiam dan tertutup. Ia jarang menceritakan urusan pribadinya, termasuk soal keluarga. Bahkan, untuk tidur pun, ia menolak tidur di kamar, dan memilih tidur di luar dengan alas kasur,” kata Novian.

Menurut Novian, sebelum kejadian, korban sempat terlihat murung setelah melihat telepon genggam miliknya. Meski menduga korban memiliki masalah, ia mengaku tidak menanyakannya lebih jauh.

“Terakhir, saya lihat dia seperti uring-uringan setelah melihat HP-nya. Saya menduga ada masalah, tapi tidak sempat bertanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut, serta garis polisi dipasang di lokasi kejadian.

0 Komentar