KDM Bantah Lepas Saham BIJB Kertajati, Pilih Skema Tukar Guling dengan Bandara Husein

tukar guling bandara kertajati dan bandara husein
Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menginginkan tukar guling aset (ruislag) saham Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dengan Bandara Husein Sastranegara. Foto: Humas Pemprov Jabar - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Belakangan ramai informasi tentang saham Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang dilepas ke pemerintah pusat. Namun informasi itu dibantah oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

Menurut sosok yang akrab disapa KDM ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan melepas saham BIJB Kertajati. Namun yang dia usulkan adalah skema tukar guling atau ruislag aset strategis dengan pemerintah pusat.

Menurut Kang Dedi Mulyadi, dengan skema itu, Pemprov Jabar mengusulkan agar kepemilikan dan operasional BIJB Kertajati diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. “Bukan saham BIJB Kertajati yang dilepas,” tandasnya.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

Sebagai gantinya, jelas mantan Bupati Purwakarta ini, Pemprov ingin mengambil alih pengelolaan Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. Termasuk di antaranya kawasan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Mengapa harus menempuh skema tukar guling aset dengan pemerintah pusat? “Pemerintah pusat melihat ada beban fiskal yang berat bagi APBD Jawa Barat. Karena setiap tahun harus menutup biaya operasional,” ujar KDM di Bandung, Sabtu, 24 Januari 2026.

Sosok yang sering dipanggil Bapak Aing ini mengakui jika BIJB Kertajati sulit berkembang secara komersial. Penyebabnya karena kebijakan transportasi yang dinilai tidak sinkron.

KDM pun memberikan beberapa contoh beberapa kebijakan transportasi yang tidak sinkron. Di antaranya beroperasinya kembali Bandara Halim Perdanakusuma yang melayani penerbangan komersial. Juga kehadiran Kereta Cepat Whoosh.

Kebijakan 2 hal tersebut, lanjut politisi Partai Gerindra ini membuat calon penumpang dari Bandung dan Jakarta tidak memilih Bandara Kertajati. “Orang pasti memilih Halim dibanding Kertajati,” ujarnya.

Jika dikelola oleh pemerintah pusat, ungkap KDM, kawasan Bandara Kertajati diusulkan untuk menjadi pusat industri pertahanan nasional. Selain itu juga bisa menjadi pangkalan TNI Angkatan Udara. Bahkan kata orang nomor satu di Jawa Barat ini, usulannya telah mendapat respons positif dari Setneg, Menteri Pertahanan dan Presiden RI Prabowo Subianto.

Sementara itu, dirinya juga optimis jika pengambilalihan Bandara Husein Sastranegara akan lebih menguntungkan. Terutama bagi pendapatan daerah.

Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta

Jika tukar guling sudah disetujui, tambah mantan anggota DPR RI ini, merencanakan modernisasi besar-besaran Bandara Husein. Di antaranya dengan penambahan runway agar bandara kembali ramai.

0 Komentar