Waspada Angin Kencang di Kuningan, Pohon Tumbang Terjadi di Banyak Titik

pohon tumbang menimpa rumah
RUSAK PARAH: Beberapa pohon tumbang menimpa rumah milik Pulung (78), di Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, hingga mengalami kerusakan cukup parah, Sabtu (24/1). Foto: BPBD Kuningan 
0 Komentar

Rumah Lansia Kurang Mampu Baru Dibangun, Kini Rusak Tertimpa Pohon

MUSIBAH angin kencang kembali menorehkan duka di Kuningan. Sebuah rumah milik lansia kurang mampu yang baru saja dibangun melalui bantuan dana pemerintah desa, rusak parah setelah tertimpa pohon tumbang.

Tak hanya itu, bangunan pendidikan keagamaan, sekolah madrasah, juga ikut terdampak akibat kejadian serupa. Kejadian dipicu hujan ringan disertai angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana.

Baca Juga:Sepanjang 2025, Layanan 112 Siaga Katon Tangani 42 Kejadian Darurat di CirebonHindari Kawasan Senayan Saat Banjir, Awas Kendaraan Mogok

“Angin kencang yang terjadi menyebabkan sejumlah pohon tumbang, dan menimpa bangunan warga serta fasilitas pendidikan,” ujarnya, Sabtu (24/1).

Salah satu dampak paling memprihatinkan dialami rumah milik Pulung (78), seorang lansia yang tinggal seorang diri. Rumah tersebut tertimpa beberapa pohon besar, di antaranya pohon kelapa setinggi sekitar 15 meter, pohon kulur 12 meter, salam 4 meter, melinjo 5 meter, dan nangka 5 meter, dengan rata-rata diameter mencapai 50 sentimeter.

Akibatnya, atap rumah berbahan baja ringan dan asbes ambruk dan merusak dua kamar berukuran 3×8 meter. Ironisnya, rumah tersebut baru saja dibangun pada Agustus 2025 melalui bantuan pemerintah desa karena korban tergolong warga kurang mampu.

“Ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat rumah tersebut baru selesai dibangun untuk membantu korban agar memiliki hunian yang layak,” ungkapnya.

Selain rumah warga, angin kencang juga mengakibatkan pohon petai setinggi sekitar 15 meter dengan diameter 50 sentimeter tumbang dan menimpa Madrasah Baiturahman. Bagian atap ruang kelas berukuran 7×7 meter mengalami kerusakan cukup signifikan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat kejadian ini cukup besar, baik pada rumah warga maupun fasilitas pendidikan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat desa segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Kuningan. Tim BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan material pohon tumbang dan pemotongan batang pohon yang menimpa bangunan.

Baca Juga:ATR/BPN Cabut SHGU Sugar Group di Lampung, Lahan 85 Ribu Hektare Berdiri di Atas Tanah NegaraTutup Program Smart Village, Wabup Cirebon Dorong Satu Data Desa

“Penanganan darurat telah dilakukan dan proses pembersihan selesai pada pukul 15.10 WIB,” jelas Indra.

BPBD Kabupaten Kuningan juga kembali mengimbau pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Hingga Sabtu sore, kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan angin yang masih cukup kencang.

0 Komentar