Budidaya Kerang Hijau Paling Menjanjikan

Elmi Masruroh Kepala DKP3 Kota Cirebon
MENINGKAT: Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, mengatakan minat masyarakat terhadap sektor perikanan terus meningkat, baik di subsektor perikanan tangkap maupun budidaya. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Sektor perikanan Kota Cirebon kembali mencatat kinerja positif. Sepanjang 2025, realisasi perikanan tangkap dan budidaya sama-sama melampaui target. Dari seluruh capaian tersebut, budidaya kerang hijau menjadi penopang utama sektor budidaya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, mengatakan minat masyarakat terhadap sektor perikanan terus meningkat, baik di subsektor perikanan tangkap maupun budidaya.

“Target perikanan tangkap tahun 2025 sekitar 5.000 ton, realisasinya mencapai kurang lebih 7.000 ton. Untuk budidaya, targetnya sekitar 300 ton, dan terealisasi di atas 400 ton,” ujar Elmi kepada Radar Cirebon, kemarin.

Baca Juga:Percepat Sertifikasi Tanah, Bupati Imron Lantik Panitia PTSL 2026 di Kabupaten CirebonBimbel GO Cirebon Siapkan Siswa Strategi Sukses Akademik

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Cirebon menaikkan target sektor perikanan pada 2026 sekitar 10 persen. Namun, pengembangan tahun depan akan lebih difokuskan pada budidaya kerang hijau.

Menurut Elmi, budidaya kerang hijau dinilai paling menjanjikan bagi nelayan pesisir karena membutuhkan modal relatif kecil, berisiko rendah, dan masa panennya singkat. Nelayan cukup memasang bagan di laut tanpa memerlukan pakan atau perawatan intensif. Dalam waktu tiga hingga empat bulan, kerang sudah bisa dipanen.

“Pada 2026, kami akan memberikan bantuan bagan kerang hijau kepada nelayan. Ini sangat menguntungkan dan bisa menjadi sumber penghasilan alternatif,” katanya.

Program tersebut akan difokuskan di wilayah pesisir Cangkol. Saat ini, sudah terdapat sekitar enam kelompok pembudidaya kerang hijau yang aktif, mayoritas berasal dari kalangan nelayan.

Keberadaan budidaya kerang hijau juga menjadi penyangga ekonomi nelayan, terutama saat musim paceklik. Ketika angin barat datang dan nelayan tidak bisa melaut, panen kerang hijau tetap dapat dilakukan.

“Hasil panennya sangat bagus. Bahkan, capaian sektor perikanan budidaya kita banyak ditopang dari kerang hijau,” ungkap Elmi.

Untuk distribusi, hasil tangkapan nelayan kecil dan hasil budidaya seperti kerang hijau saat ini masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam kota. Sementara itu, komoditas ekspor berasal dari kapal-kapal besar yang bersandar dan melakukan bongkar muat di PPN Kejawanan.

Baca Juga:George Edwin Sugiharto, Gelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Luncurkan Taman BacaanSMK Informatika Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon Gelar SKINFA Fest 4

Selain budidaya, DKP3 juga optimistis perikanan tangkap akan terus meningkat pada 2026. Salah satu faktornya adalah bertambahnya jumlah kapal yang bersandar di Pelabuhan Cirebon.

0 Komentar