INDRAMAYU – Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, bocah laki-laki berusia 10 tahun berinisial DA yang dilaporkan tenggelam di Sungai Sumbermas, Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, akhirnya ditemukan. DA ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (26/1/2026) pagi.
Jenazah korban ditemukan tidak jauh dari lokasi yang diduga menjadi tempat korban menghilang, yakni pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 17.30.
Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang hendak menuju empang di dekat Sungai Sumbermas. Jenazah ditemukan di Blok Babadan Kandang Sapi, Sungai Sumbermas, Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur.
Baca Juga:Bupati dan Dewas Perumdam Tirta Darma Ayu Tanda Tangani Kontrak KinerjaCurah Hujan Tinggi, Ratusan Hektare Sawah di Indramayu Terendam Banjir, Petani Terancam Tanam Ulang
“Warga melihat jenazah korban sudah mengambang di pinggir sungai, lalu segera melaporkannya kepada aparat Desa Ilir sekitar pukul 08.20. Setelah itu, kami langsung melakukan evakuasi jasad korban,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, korban dinyatakan hilang sejak Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 17.30, dan diduga tenggelam di sungai tersebut. Pasalnya, korban terakhir kali terlihat bermain di tepi sungai. Petugas gabungan telah melakukan pencarian hingga Minggu (25/1/2026), termasuk menyusuri empang-empang di sekitar Sungai Sumbermas, namun korban belum ditemukan.
Asep mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi saat korban bermain di halaman rumahnya yang berlokasi tidak jauh dari Sungai Sumbermas pada Sabtu (24/1) pagi. Korban sempat beberapa kali pulang ke rumah untuk makan siang. Kemudian kembali bermain hingga sore hari dan sempat pulang untuk makan bersama ayahnya. Setelah itu, korban kembali bermain meski hari mulai gelap.
“Korban sempat terlihat membawa umbul-umbul di sekitar Sungai Sumbermas pada sore hari. Seorang pekerja proyek bendungan yang melihat korban memasang umbul-umbul di bambu sempat memperingatkan agar tidak bermain di dekat sungai,” jelasnya.
Setelah korban ditemukan, Satpolairud bersama tim gabungan TNI, Polri, aparat desa, serta petugas kesehatan dari puskesmas setempat dan Inafis Satreskrim Polres Indramayu, melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah anaknya dan menolak dilakukan otopsi,” kata Asep.
