Ekonomi Lokal Hidup Berkat MBG, Ribuan Tenaga Kerja Terserap

Ekonomi Lokal Hidup Berkat MBG
TIAP HARI SIBUK: Aktivitas di SPPG Kesambi Baru, Kota Cirebon, Jumat lalu (23/1/2026). Setiap hari, sekitar 3.000 porsi makanan diproduksi di tempat ini untuk 17 titik layanan: 9 sekolah dan 8 posyandu. Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto tak hanya soal pemenuhan gizi, tapi juga perputaran ekonomi daerah dan kesempatan kerja.

Satu SPPG, mengelola dana sekitar Rp900 juta hingga Rp1,3 miliar per bulan. Tiap hari memasak antara 2.500 hingga 3.000 porsi. Di Kabupaten Cirebon, 110 SPPG sudah ngebul. Kota Cirebon, 31 SPPG. Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, rata-rata di atas 100 SPPG telah beroperasi. Uang ratusan miliar pun berputar di dapur-dapur gizi itu setiap bulan. Ribuan tenaga kerja terserap. Banyak orang yang akhirnya punya kerja, punya penghasilan tetap.

Perputaran uang itu tampak dari kebutuhan SPPG setiap bulan. Radar Cirebon mendatangi salah satu SPPG di Kota Cirebon, di mana pada dapur tersebut kebutuhan berasnya mencapai hampir 1,75 kuintal dalam empat hari. Berasnya kelas premium dengan harga Rp15.500 sampai Rp16.000 per kg.

Baca Juga:Peristiwa LGBT Ciuman di THM Cirebon, Asyrof: Regulas Harus Tegas dan Penguatan Budaya LokalKantor Disnakert Kota Cirebon Ambruk, Untungnya Terjadi Malam Hari

Kebutuhan lain adalah daging ayam, di mana daging ayam 3,2 kuintal, ayam filet sekitar 1,5 kuintal, telur 2,10 kuintal. Semua dalam harian. Sementara minyak goreng, butuh 5-10 dus selama 5 hari. Belum lagi jenis sayuran yang dibutuhkan per hari. Wortel mencapai 20-30 kg, seledri 2-5 kg, jagung 25-50 kg, kol 20-40 kg, buncis 20-50 kg, tomat 60 kg, timun 60 kg, serta selada 40-60 kg.

Tak hanya itu, MBG juga menyerap ribuan tenaga kerja, karena satu SPPG setidaknya mempekerjakan 50 orang. Jumlah itu terdiri dari satu kepala SPPG, satu ahli gizi, satu akuntan, serta 47 sisanya adalah relawan masak, peracik bumbu, satpam, packing, hingga distribusi.

Rommy Arief Hidajat dari Yayasan Pesarean Buyut Kilayaman yang menangani MBG di Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, mengakui hadirnya MBG memiliki efek domino yang luar biasa dalam sektor ekonomi. Perputaran ekonomi bergerak dengan cepat. Mulai dari beras, daging ayam, telur, sayuran, dan lainnya

“Dalam sehari volumenya tidak lagi kilogram, tapi sudah level kuintal. Perputaran ekonomi luar biasa dengan hadirnya MBG, karena semua sektor ekonomi bergerak,” ujarnya saat berbincang dengan Radar Cirebon, Sabtu (24/1/2026).

Radar Cirebon juga mengunjungi SPPG Kesambi Baru di Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi. Setiap hari, sekitar 3.000 porsi makanan diproduksi di tempat ini untuk 17 titik layanan: 9 sekolah dan 8 posyandu. Semua harus sampai tepat waktu. Aman. Layak. Bergizi. Tidak boleh meleset.

0 Komentar