Ekonomi Lokal Hidup Berkat MBG, Ribuan Tenaga Kerja Terserap

Ekonomi Lokal Hidup Berkat MBG
TIAP HARI SIBUK: Aktivitas di SPPG Kesambi Baru, Kota Cirebon, Jumat lalu (23/1/2026). Setiap hari, sekitar 3.000 porsi makanan diproduksi di tempat ini untuk 17 titik layanan: 9 sekolah dan 8 posyandu. Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

Data itu disampaikan Korwil BGN Cirebon, Ashar Saputra. Kata Ashar Saputra, 31 SPPG yang sudah operasional itu ada Kecamatan Kesambi 10 unit, Harjamukti 10, Lemahwungkuk 5, Kejaksan 5, dan Kecamatan Pekalipan 1.

Sementara 8 SPPG yang siap operasional tersebar di Kecamatan Kesambi 3 unit, Harjamukti 3, Kecamatan Lemahwungkuk 1, dan Pekalipan 1. Sedangkan 6 SPPG proses persiapan terdiri dari Kecamatan Kesambi 2 unit, Harjamukti 3, dan Kejaksan 1 unit. “Sejauh ini semua berjalan baik,” jelas Ashar.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Kadini SSos MAP mengapresiasi program MBG kepada siswa sekolah. Hadirnya MBG, kata Kadini, selain membantu pemenuhan gizi bagi siswa, juga meringankan beban orang tua.

Baca Juga:Peristiwa LGBT Ciuman di THM Cirebon, Asyrof: Regulas Harus Tegas dan Penguatan Budaya LokalKantor Disnakert Kota Cirebon Ambruk, Untungnya Terjadi Malam Hari

Kadini mengakui ada sejumlah sekolah di Kota Cirebon yang belum menerima MBG. Seperti di SMPN 1, SMPN 2, serta SDN Kebo Baru IV. Belum adanya MBG di sekolah-sekolah itu sendiri berkaitan dengan kesiapan SPPG. “Kami tentu sangat mengapresiasi program MBG. Tidak hanya siswa di sekolah-sekolah negeri, sekolah swasta juga menerima manfaatnya,” tandas Kadini.

Sementara di Kabupaten Cirebon, target 142 titik SPPG atau dapur MBG. Data hingga Desember 2025, 110 sudah beroperasi, 33 masih persiapan. Data itu dari Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Hj Enny Suhaeni SKM MKes.

Kata Enny, program MBG juga ditopang oleh kesiapan SDM. Hingga akhir Desember 2025, sebanyak 5.170 penjamah pangan telah mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan (PKP) sebagai upaya memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

Sementara itu, salah satu SPPG di Kabupaten Cirebon adalah SPPG Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala. SPPG inisetiap hari mendistribusikan ribuan porsi makanan ke puluhan sekolah.

Pengelola SPPG Desa Keraton, Winadi, mengatakan tiap hari mereka melayani sebanyak 3.788 porsi MBG untuk 25 sekolah. Mulai dari RA, PAUD, TK, MI, hingga MA.

“Setiap hari menu yang disajikan berbeda-beda, begitu juga porsinya. Ada klasifikasi anggarannya. Untuk TK hingga kelas 3 SD Rp8.000 per porsi, sedangkan kelas 4 SD hingga SMP dan SMA/SMK Rp10.000,” ujar Winadi kepada Radar Cirebon, Minggu (24/1/2026).

Operasional sehari-hari, kata Winadi, anggaran belanja bahan makanan lebih dari Rp33 juta per hari. Angka itu sudah ditetapkan BGN dan tidak boleh melebihi ketentuan yang ada. “Belanja kebutuhan dapur setiap hari sekitar Rp33 juta lebih. Itu belum termasuk gaji karyawan karena terpisah. Semua pembelian harus detail. proses pencairannya menggunakan virtual account,” jelasnya.

0 Komentar