Aleg DPRD Jabar dari Cirebon Ajak Warga Lapor dan Dukung Penertiban Tambang Ilegal

Anggota DPRD Jawa Barat Muhammad Asyrof Abdik 
Anggota DPRD Jawa Barat Muhammad Asyrof Abdik 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Maraknya aktivitas tambang ilegal di berbagai wilayah Jawa Barat mendapat perhatian serius Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Asyrof Abdik, SHub Int.

Ia menegaskan praktik ilegal tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Cirebon, tetapi juga tersebar di sejumlah daerah lain, seperti di Kawasan Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, aktivitas tambang dan proyek ilegal yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab telah menimbulkan dampak serius, baik terhadap lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat.

Baca Juga:Percepat Sertifikasi Tanah, Bupati Imron Lantik Panitia PTSL 2026 di Kabupaten CirebonBimbel GO Cirebon Siapkan Siswa Strategi Sukses Akademik

Karena itu, politisi muda PKB itu mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan temuan aktivitas ilegal kepada pemerintah setempat, baik pemerintah kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Jangan sungkan untuk melapor. Kalau masyarakat menemukan tambang ilegal atau proyek yang tidak berizin, segera sampaikan ke pemerintah daerah agar bisa langsung ditindaklanjuti,” ujar Asyrof, kepada Radar Cirebon, Senin (26/1/2026).

Sebagai kerja eksekutif, kata Asyrof, ia pun dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam memberantas tambang-tambang ilegal yang dinilai merugikan dan berpotensi merusak lingkungan.

Ia tidak memungkiri bahwa ruang terbuka hijau di Jawa Barat semakin menyempit akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

“Ruang terbuka hijau di Jawa Barat sekarang sudah sangat terbatas dan terus menyusut. Kalau tidak dikendalikan, dampaknya akan semakin luas,” tegasnya.

Maka, ini menjadi catatan serius bagi para pengembang, baik proyek pemerintah maupun swasta, agar lebih memperhatikan aspek ekologis dan sosial dalam setiap kegiatan pembangunan. “Pembangunan yang mengabaikan dampak lingkungan akan menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” terangnya.

Asyrof mencontohkan, di sejumlah daerah seperti Kabupaten Bogor dan Subang, tambang ilegal telah menyebabkan banyak kecelakaan, kerusakan jalan, hingga meningkatkan risiko banjir dan longsor.

Baca Juga:George Edwin Sugiharto, Gelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Luncurkan Taman BacaanSMK Informatika Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Cirebon Gelar SKINFA Fest 4

“Kondisi serupa juga mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Cirebon, termasuk kejadian banjir akibat ruang terbuka hijau di daerah dataran tinggi yang telah beralih,” ungkapnya.

“Ini harus menjadi catatan bersama. Jangan sampai pembangunan justru menciptakan bencana bagi masyarakat,” tegasnya.

0 Komentar