Diguyur Hujan Sejak Pagi, Ruas Jalan Protokol di Kota Indramayu Dikepung Banjir

Indramayu kota
DIKEPUNG BANJIR: Salah satu ruas jalan protokol di Indramayu kota terendam banjir setelah diguyur hujan sejak Selasa (27/1) pagi. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Sejumlah ruas jalan protokol di Kabupaten Indramayu terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (27/1) pagi. Genangan air setinggi sekitar 10–30 sentimeter terlihat di beberapa ruas jalan di pusat kota. Di antaranya adalah, Jalan DI Panjaitan, Jalan Tridaya Barat, dan Jalan Letjen S Parman.

Sejumlah pengendara nekat menerobos banjir di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Indramayu, dengan ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter. Namun, tidak sedikit pula pengguna jalan yang memilih memutar balik karena khawatir kendaraannya mogok dan tidak mampu melintasi genangan air tersebut.

“Khawatir sepeda motor mogok kalau dipaksakan lewat karena banjirnya cukup tinggi. Jadi lebih baik memutar balik dan mencari jalan alternatif,” ujar salah satu pengguna jalan, Abdul Rahman (31).

Baca Juga:Banjir Surut, Warga Rengaspayung Indramayu Bersih-bersih RumahWarga Perumahan Kasturi Perdana Dikejutkan Ular Sanca di Atas Garasi Warga

Pemandangan serupa juga terlihat di ruas jalan lainnya yang terendam banjir. Bahkan sejak pagi hingga siang hari, arus kendaraan di Jalan Tridaya Barat, Kecamatan Indramayu, terpantau relatif sepi. Padahal, dalam kondisi normal tanpa banjir, ruas jalan tersebut biasanya ramai dilalui kendaraan menuju kawasan Sport Center Indramayu.

Hingga siang hari kemarin, hujan deras masih mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Indramayu dan belum menunjukkan tanda-tanda akan reda.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Sutrisno mengatakan, banjir yang terjadi di pusat kota, khususnya yang merendam sejumlah ruas jalan protokol, bersifat sementara. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Indramayu untuk melakukan penyedotan air.

“DPKPP memiliki dua mesin penyedot yang disiapkan untuk menyedot air di jalan protokol. Diperkirakan dalam waktu satu hingga dua jam, genangan air bisa surut,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Blok Rengaspayung, Desa Kertasemaya mulai membersihkan rumah mereka dari sisa lumpur yang terbawa arus air dan masuk ke dalam permukiman. Hal itu dilakukan setelah pada akhir pekan kemarin, di wilayah tersebut mengalami banjir.

Pantauan Radar Indramayu di lokasi, warga dibantu personel TNI melakukan pembersihan rumah dari sisa lumpur banjir dengan memanfaatkan aliran air bersih.

0 Komentar