Salah seorang warga, Abdul Mu’in mengatakan, setelah banjir surut, warga langsung melakukan berbagai upaya untuk membersihkan rumah dari lumpur yang mengendap di dalam rumah. Sebelumnya, warga sempat melakukan pemompaan air dari permukiman menuju Sungai Cimanuk.
“Alhamdulillah hari ini (kemarin, red) air sudah surut. Sekarang warga fokus membersihkan lumpur. Ada juga yang mencuci pakaian dan barang-barang rumah tangga lainnya,” ujarnya.
Warga lainnya, Sofyan menyebut, banjir yang disebabkan luapan Sungai Cimanuk masuk melalui sejumlah titik tanggul yang dinilai rawan. Sehingga, mengakibatkan ratusan rumah di Blok Rengaspayung, Desa Kertasemaya, terendam banjir. Rumah warga yang sudah bebas genangan sejak Minggu (25/1), mulai dibersihkan secara bergotong royong dengan bantuan personel TNI dan warga lainnya.
Baca Juga:Banjir Surut, Warga Rengaspayung Indramayu Bersih-bersih RumahWarga Perumahan Kasturi Perdana Dikejutkan Ular Sanca di Atas Garasi Warga
“Akses air bersih yang sudah normal sangat membantu proses pembersihan. Kami berharap, tanggul Sungai Cimanuk di Blok Rengaspayung segera dibenahi secara permanen agar saat sungai meluap, dan air tidak kembali masuk ke permukiman,” tuturnya.
Diketahui, sejak Sabtu (24/1/2026), luapan Sungai Cimanuk menyebabkan banjir di lima desa yang tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Kertasemaya, Desa Tulungagung terdampak 20 rumah dengan 80 jiwa, Desa Kertasemaya 252 rumah dengan 1.008 jiwa, Desa Kliwed 295 rumah dengan 1.180 jiwa, dan Desa Sukawera sebanyak 139 jiwa. Sementara di Kecamatan Lohbener, Desa Rambatan Kulon, terdampak dua rumah dengan tujuh jiwa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu juga telah membuka posko bencana di Blok Rengaspayung untuk mengantisipasi kejadian lanjutan. Sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. (oni)
