BUPATI Indramayu, Lucky Hakim, didampingi anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Nasdem, Hj Sri Wahyuni Utami Herman, meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Indramayu, Selasa (27/1). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terhadap kondisi warga yang terdampak genangan air.
Sejumlah titik yang dikunjungi di antaranya Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan, Desa Rambatan Kulon, Pintu Air Bendungan Karet di Kecamatan Lohbener, serta Desa Bugel Kecamatan Patrol.
Di Desa Pabean Ilir, Bupati Lucky Hakim mendengarkan langsung keluhan warga. Keni (43), warga RT 15 Desa Pabean Ilir mengungkapkan, air mulai masuk ke rumah-rumah warga sejak Sabtu (24/1) malam dan menggenangi permukiman di RT 15 dan RT 16.
Baca Juga:Banjir Surut, Warga Rengaspayung Indramayu Bersih-bersih RumahWarga Perumahan Kasturi Perdana Dikejutkan Ular Sanca di Atas Garasi Warga
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lucky Hakim yang didampingi Camat Pasekan, Taryadi, meminta masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena dapat memperparah genangan. Ia juga memastikan pompa penyedot air akan segera didatangkan untuk mempercepat surutnya banjir, mengingat wilayah tersebut tidak memiliki jalur pembuangan air alami.
“Kita usahakan secepat mungkin pompa air didatangkan. Kalau memungkinkan, besok (hari ini, red) sudah mulai dilakukan penyedotan. Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Indramayu juga akan melakukan perbaikan drainase, pembuatan saluran air, serta penambahan pompa air berkapasitas lebih besar agar genangan tidak berlarut-larut,” tegasnya.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Bendungan Karet di Kecamatan Lohbener. Di lokasi tersebut, Bupati Lucky Hakim mengecek sejumlah pintu air yang kondisinya sudah rawan jebol.
Menurutnya, secara geografis Kabupaten Indramayu berada di wilayah hilir dan dekat dengan laut sehingga sangat rentan terhadap banjir. Selain dipengaruhi banjir rob akibat pasang air laut, debit air kiriman dari wilayah hulu, seperti daerah pegunungan, juga memperbesar risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus.
“Saat ini pemerintah daerah bersama pihak kecamatan dan desa bergotong royong menambal tanggul yang jebol. Perbaikan permanen sudah dikontrakkan dan akan dikerjakan pada Februari hingga Maret dengan pemasangan pancang sepanjang kurang lebih 13 kilometer,” jelasnya.
