MARSEILLE – Presiden Olympique Marseille, Pablo Longoria, akhirnya mengungkap kisah di balik keputusan klub merekrut Mason Greenwood dari Manchester United. Ia mengakui bahwa proses transfer tersebut tidak mudah dan sempat membuatnya ragu hingga akhirnya meminta nasihat langsung dari sang ibu.
Greenwood sebelumnya dikenal sebagai salah satu pemain muda paling berbakat di Liga Inggris. Namun, kariernya bersama Manchester United terhenti sejak Januari 2022 setelah ia ditangkap polisi atas dugaan percobaan pemerkosaan, kekerasan, serta perilaku menekan terhadap pasangannya.
Meski demikian, seluruh tuduhan pidana terhadap Greenwood resmi dihentikan pada Februari 2023. Jaksa penuntut memutuskan menghentikan perkara setelah saksi kunci menarik keterangannya.
Baca Juga:Dana Desa Terpotong untuk Kopdes Merah Putih, Toto Dorong Manfaatkan SIPD ProvinsiBanjir Surut, Warga Rengaspayung Indramayu Bersih-bersih Rumah
Sejak kasus tersebut, Greenwood tak pernah lagi tampil membela Manchester United. Ia kemudian menjalani masa peminjaman selama satu musim bersama Getafe di La Liga Spanyol, sebelum akhirnya direkrut secara permanen oleh Marseille pada 2024.
Longoria menjelaskan bahwa keputusan merekrut Greenwood diambil setelah klub melakukan kajian mendalam dan proses uji kelayakan secara menyeluruh. Ia menegaskan, Marseille menilai situasi Greenwood berdasarkan fakta hukum, bukan tekanan opini publik.
“Saya merasa perlu berbicara secara terbuka tentang perekrutan ini. Menjadikan suatu hal sebagai tabu tidak pernah menghasilkan sesuatu yang positif,” kata Longoria kepada The Telegraph.
Dikutip dari ESPN, Longoria mengungkapkan bahwa langkah paling personal yang ia ambil adalah meminta pendapat ibunya. Sang ibu diketahui pernah bekerja dalam sistem pemasyarakatan Spanyol dan memiliki pengalaman panjang dalam program rehabilitasi narapidana.
“Saya menelepon ibu saya dan bertanya, ‘Menurutmu bagaimana, jika melihat situasinya secara menyeluruh?’ Ibu saya pernah bekerja di sistem pemasyarakatan Spanyol yang sangat progresif, bahkan menerima penghargaan medali negara,” tutur Longoria.
Bagi Longoria, pandangan sang ibu sangat berarti karena tidak dibebani kepentingan sepak bola, bisnis, maupun citra klub. Pendapat tersebut murni datang dari sisi kemanusiaan.
“Jawabannya sederhana, ‘Lakukan.’ Itu penting bagi saya karena saya ingin mendengar pendapat dari seseorang yang benar-benar netral,” tambahnya.
