Kemenhaj menekankan aspek standar keamanan pangan. Sebelum pengiriman, seluruh calon penyedia telah melewati proses uji cita rasa Nusantara, yang dihadiri langsung oleh Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (8/1).
Pemerintah juga memastikan hanya perusahaan yang memenuhi regulasi Saudi yang dapat masuk rantai pasok. Saat ini ada 10 perusahaan penyedia RTE dan 10 perusahaan bumbu yang sudah mengantongi sertifikasi Saudi Food and Drug Authority (SFDA), sehingga produknya dinilai memenuhi standar ketat otoritas pangan Saudi.
“Cita rasanya sudah Indonesia semua. Produk-produk ini harus memenuhi standar ketat untuk bisa masuk ke regulasi Saudi,” ucapnya.
Baca Juga:Cuaca Ekstrem Picu Risiko Longsor Susulan di Pasirlangu, Badan Geologi Minta Warga Meningkatkan KewaspadaanKPK Didesak Usut Dugaan Gratifikasi Oknum Staf Ahli Kemenkeu
Tak hanya fokus pada bahan baku dan produk makanan, Kemenhaj juga menyiapkan agenda penguatan UMKM di Tanah Suci melalui rencana penyediaan tenant di hotel-hotel jamaah.
Sekitar 280 hotel yang disewa di Makkah dan Madinah diproyeksikan menjadi etalase kuliner Indonesia—mulai dari bakso dan rawon hingga kopi Nusantara. Pemerintah juga menyiapkan platform oleh-oleh haji agar produk Indonesia bisa dikirim ke alamat jamaah bahkan sebelum kepulangan mereka ke Tanah Air. (dsw)
