Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026: Penggemar Diminta Hindari AS

Sepp Blatter
TIBA-TIBA MUNCUL: Presiden FIFA periode 1998-2015 Sepp Blatter mendukung boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat karena banyak warga negara lain dilarang masuk. Foto: FIFA.COM
0 Komentar

Sorotan tajam diarahkan pada sejumlah kebijakan kontroversial. Seperti pendekatan keras terhadap migrasi, larangan perjalanan bagi warga dari sejumlah negara, serta sikap agresif pemerintah terhadap pengunjuk rasa dan penegakan hukum imigrasi di beberapa kota besar, termasuk Minneapolis. Selain itu, pernyataan ekspansionis Trump terkait Greenland juga menuai kritik internasional.

Nada serupa datang dari Eropa. Oke Göttlich, salah satu wakil presiden Federasi Sepak Bola Jerman, menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa opsi boikot Piala Dunia sudah selayaknya dibahas secara serius.

Dampak kebijakan tersebut pun mulai dirasakan. Dua pekan lalu, rencana perjalanan suporter dari dua negara kuat sepak bola Afrika, Senegal dan Pantai Gading, terganggu setelah pemerintah AS memberlakukan kebijakan yang secara efektif melarang warganya masuk ke Amerika Serikat tanpa visa yang sudah dimiliki sebelumnya.

Baca Juga:Dana Desa Terpotong untuk Kopdes Merah Putih, Toto Dorong Manfaatkan SIPD ProvinsiBanjir Surut, Warga Rengaspayung Indramayu Bersih-bersih Rumah

Trump berdalih kebijakan tersebut diambil karena adanya “kelemahan dalam proses penyaringan dan pemeriksaan”. Selain Senegal dan Pantai Gading, penggemar dari Iran dan Haiti, dua negara yang telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026, juga termasuk dalam daftar negara yang warganya dilarang masuk ke AS.

Dengan kondisi tersebut, Piala Dunia 2026 kini dihadapkan bukan hanya pada tantangan teknis dan logistik, tetapi juga ujian besar terkait citra, keterbukaan, serta jaminan keamanan bagi jutaan penggemar sepak bola dari berbagai belahan dunia. (net)

0 Komentar