Pihaknya berharap, melalui diklat ini, para calon petugas tidak hanya memahami tugas dan fungsi secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa pelayanan, empati, dan tanggung jawab moral dalam melayani ratusan ribu jamaah haji Indonesia, khususnya jamaah lansia dan perempuan yang menjadi afirmasi utama haji 2026.
Dengan semangat pengabdian dan komitmen kuat dari para petugas, Kementerian Haji dan Umrah optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan sukses, aman, dan bermartabat.
Kemenhaj sendiri menyiapkan skema baru dalam pelaksanaan ibadah haji 2026 untuk tujuan memaksimalkan pelayanan di puncak haji.
Baca Juga:Skema Baru Haji 2026: Petugas “Veteran” Langsung Disiagakan di Mina!Naik di 2026: Penerima KIP Kuliah di Bawah Kemenag Capai 34.653 Mahasiswa
Skema baru tersebut adalah: petugas yang sudah pernah haji akan langsung ditempatkan di Mina. Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), Harun Al Rasyid.
Ia mengungkapkan skema baru ini merupakan bagian dari strategi penguatan layanan di kawasan Armuzna, khususnya Mina yang menjadi titik krusial pergerakan jamaah.
“Rencana tahun ini (2026), petugas baik dari unsur perlindungan jemaah (linjam) maupun layanan lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita tempatkan dari pemondokan di Makkah menuju Mina,” ujar Harun.
Penempatan tersebut, sambung Harun, dilakukan seiring dengan pergerakan jamaah haji dari Makkah menuju Arafah. Dengan demikian, petugas telah lebih dulu bersiaga di Mina untuk menyambut dan memantau arus jamaah saat bergerak dari Arafah ke Muzdalifah hingga ke Mina.
Masih menurut Harun, langkah ini akan membuat pemantauan dan bantuan kepada jamaah jauh lebih efektif. “Sehingga pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas PPIH bisa maksimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan jemaah,” jelasnya.
Pada pelaksanaan haji tahun ini, petugas PPIH akan mengisi 10 pos layanan di Mina serta 10 pos di jalur yang dilalui jamaah. Selain itu, petugas linjam dan petugas lainnya juga akan disiagakan pada Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, khususnya di lantai atas dan lantai 3 yang terdiri dari 5 pos.
“Jarak antara tenda Mina dengan pos di Jamarat cukup jauh. Karena itu, petugas sudah kita tempatkan langsung di lokasi agar saat jamaah tiba, petugas sudah siap dan tenaga mereka tidak terkuras,” tambah Harun.
