Tebar Empati, IKIAD Kabupaten Cirebon Santuni 50 Anak Yatim

IKIAD Kabupaten Cirebon
RUANG BERBAGI: IKIAD Kabupaten Cirebon memanfaatkan ruang gedung DPRD sebagai tempat berbagi menyantuni 50 anak yatim, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Gedung DPRD Kabupaten Cirebon tidak hanya dijadikan ruang debat dan ketok palu kebijakan anggaran pemerintah daerah. Lorong utama yang biasanya lengang tampak lebih hidup dengan kehadiran deretan anak yatim piatu.

Di ruang inilah, Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) Kabupaten Cirebon menghadirkan wajah lain parlemen sebagian ruang berbagi dan menebar empati.

Jumlahnya tak jauh beda dengan para wakil rakyat, 50 orang. Mereka adalah anak yatim piatu.

Baca Juga:KPK Didesak Usut Dugaan Gratifikasi Oknum Staf Ahli KemenkeuLumpur Sungai Sukalila Cirebon Mulai Dikeruk

Melalui kegiatan sosial ini, IKIAD Kabupaten Cirebon menyantuni 50 anak yatim sebagai wujud kepedulian sekaligus komitmen untuk terus memperkuat nilai kebersamaan.

“Kegiatan ini menjadi santunan perdana IKIAD untuk periode kepengurusan 2024–2029. Biasanya, kegiatan santunan dilakukan langsung ke panti asuhan atau wilayah dapil masing-masing,” kata Ketua IKIAD Kabupaten Cirebon Nani Junani Hasan, kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, acara ini kemas sesederhana mungkin. Namun, sarat makna. Tidak ada panggung megah, tidak pula kemewahan berlebihan. Yang ada hanyalah niat tulus untuk berbagi.

“Kegiatan santunan ini rutin dijalankan secara swadaya oleh para istri anggota dewan. Meski dengan keterbatasan, semangat berbagi tak pernah surut,” katanya.

Pelaksanaan santunan di Kantor DPRD kali ini bukan tanpa alasan. Selain menjadi penanda awal kepengurusan baru, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat bahwa para istri anggota dewan memiliki peran sosial yang nyata dan berkelanjutan.

“Ini agenda pembuka kami. Kami ingin masyarakat tahu bahwa istri dewan juga punya aktivitas sosial. Makanya kami kemas sederhana saja, tapi tetap bermakna,” imbuhnya.

Kelima puluh anak yatim piatu tersebut berasal dari berbagai dapil di Kabupaten Cirebon. Penyaluran santunan pun disesuaikan dengan wilayah masing-masing sebagai bentuk pemerataan dan upaya menjaga kedekatan emosional dengan lingkungan sekitar.

Baca Juga:Cek Mobil Dinas, Walikota Cirebon Terkejut Banyak yang Tidak Layak Pakai, Beli Baru atau Sewa?Santri Pesantren Al Hikmah Bobos Cirebon Rebut Emas Kajari Cup

Kedepan, IKIAD berencana kembali melaksanakan santunan secara bergilir di tiap dapil setiap empat bulan sekali. Itu seperti yang telah dilakukan pada periode sebelumnya.

Tak hanya santunan anak yatim, IKIAD juga kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial lain, terutama saat bencana alam melanda, seperti banjir.

0 Komentar