“Tapi pernah ada yang dari Lampung, Jakarta, Surabaya dan Kalimantan. Dari luar negeri juga ada dari Belanda, Jepang, dan ada orang India,” ungkap Kang Asep.
Dijelaskannya, Bubur Hanjeli memang berbeda dengan bubur kacang ijo. Bubur Hanjeli berbahan dasar gandum dan jagung. Kemudian dicampur dengan santan dan gula merah khas Cimenga.
Diungkapkan, awalnya Bubur Hanjeli dijual Rp 8 per mangkuk. Namun sekarang harganya sudah naik menjadi Rp 10 ribu. “Kenaikan harga itu karena bahan baku juga naik,” ujarnya.
Baca Juga:Jenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga SetempatPresiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film Action
Hanjeli adalah gandum yang termahal. Satu kg bisa Rp 100 ribu. Teksturnya mirip nasi. Hanya besar-besar butirannya. Berbeda dengan bubur kacang ijo yang masih ada cangkangnya.
Banyak tempat duduk di Bubur Hanjeli Kang Asep. Ada bangku panjang dan ada yang lesehan. Juga ada gubuk-gubuk yang bisa digunakan untuk istirahat. Di bawah tempat itu juga ada toilet.
Silih berganti orang yang datang ke tempat tersebut. Namun kebanyakan dari mereka yang datang adalah para pengendara sepeda motor. Walau tak sedikit yang menggunakan mobil.
