INDRAMAYU – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Indramayu sejak Selasa (27/1/2026), menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Indramayu kota. Tidak hanya merendam ruas jalan protokol, banjir juga menggenangi sedikitnya 913 rumah serta empat fasilitas umum di empat titik wilayah Indramayu kota. Akibatnya, sebanyak 2.724 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, banjir terjadi di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu. Tepatnya di Perumahan Ningrat yang merendam 273 rumah dengan 819 jiwa terdampak. Serta di Perumahan Cidayu sebanyak 209 rumah dengan 627 jiwa terdampak.
Selain itu, banjir juga melanda dua kompleks perumahan di Desa Tambak, Kecamatan Indramayu. Yakni Perumahan BDI 2 yang merendam 231 rumah dengan 693 jiwa, serta Perumahan BDI 3 sebanyak 200 rumah dengan 585 jiwa terdampak.
Baca Juga:Ini Cerita Pablo Longoria saat Datangkan Mason Greenwood, Telepon Ibu DuluPrediksi Napoli vs Chelsea di Liga Champions, 29 Januari 2026
Salah seorang warga Kelurahan Margadadi, Cecep mengatakan, sebagian anggota keluarganya telah lebih dulu mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ia memilih bertahan di rumah untuk menjaga barang-barang yang masih tersisa.
“Sebenarnya keluarga saya sudah mengungsi, terutama yang perempuan dan bayi. Tinggal bapak-bapaknya saja yang bertahan untuk berjaga, karena masih banyak barang di rumah,” kata Cecep, Rabu (28/1/2026).
Meski air belum sepenuhnya menggenangi seluruh ruangan, genangan sudah merendam bagian bawah rumah dan berpotensi merusak perabotan.
“Perabotan yang sudah kemasukan air kemungkinan besar rusak. Sekarang memang belum kelihatan jelas, tapi bagian bawah rumah sudah terendam,” terangnya.
Cecep mengaku khawatir, dengan kondisi cuaca yang masih didominasi hujan deras. Menurutnya, hujan yang turun sejak dini hari kemarin, membuat ketinggian air kembali meningkat setelah sempat surut.
“Tadi pagi hujan deras membuat air naik lagi. Padahal sebelumnya sempat surut. Hujan turun lama, cuma berhenti satu-dua jam. Sekarang sudah mendung lagi. Ini sangat mengkhawatirkan,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan warga Perumahan Cidayu, Maharani. Ia mengaku telah mengungsi ke rumah mertuanya sejak sehari sebelumnya, dan kembali ke rumahnya hanya untuk mengecek kondisi bangunan yang masih terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.
