CIREBON, RADARCIREBON.ID- Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi NasDem Muhamad Noupel SH MH terus mendorong pengembangan potensi pemberdayaan masyarakat di daerah pemilihannya, Kecamatan Kesambi.
Pemberdayaan potensi masyarakat itu dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon dengan membentuk Kelompok Tani Ternak (KTT) Domba I_Farm sebagai upaya mendukung usaha masyarakat dalam meningkatkan perekonomian.
Ketua KTT I_Farm, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas terealisasinya program pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kelompok tani ternak tersebut.
Baca Juga:Beda Awal Ramadan 2026? Muhammadiyah Umumkan 18 FebruariSiap-siap Mudik: Lebaran 2026 Lebih Terencana, KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta sejak H-45
“Alhamdulillah, KTT ini telah dibentuk melalui program Pak Noupel untuk masyarakat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas peternak di Kota Cirebon menjadi lebih baik,” ujar Sri kepada awak media usai pembentukan KTT, Jumat (30/1/2026).
Sri berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan agar kualitas peternak di Kota Cirebon tetap terjaga dan terjamin. Terlebih, kelompok ini mendapatkan pembinaan langsung dari dinas terkait sehingga memberikan rasa aman bagi para peternak.
“Kami ucaokan terima kasih kepada DKPPP yang telah membentuk kelompok ternak ini. Semoga kualitas dan kesehatan domba ternak terus terjaga untuk mendukung program Presiden Prabowo dalam ketahanan pangan,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pertanian dan Peternakan DKPPP Kota Cirebon, Kukuh Gunatama, mengatakan pihaknya bersama tim dinas melakukan kunjungan ke kelompok penerima manfaat kegiatan yang bersumber dari pokir DPRD.
“Ini merupakan bentuk kerja sama antara eksekutif dan legislatif yang bertujuan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Kukuh.
Ia menjelaskan, keberadaan kelompok ternak ini diharapkan mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat melalui edukasi budidaya domba yang baik sehingga menghasilkan ternak yang berkualitas.
“Selain itu, kelompok juga diberikan edukasi terkait proses pembentukan kelembagaan. Nantinya kelompok akan didaftarkan ke aplikasi Kementerian Pertanian, sehingga memudahkan untuk mengakses berbagai program pemerintah,” jelasnya.
Baca Juga:Petugas Haji Penentu Sukses Haji 2026, Menhaj: Jika Anda Gagal, Berarti Program Presiden Juga GagalSkema Baru Haji 2026: Petugas “Veteran” Langsung Disiagakan di Mina!
Kukuh berharap kegiatan KTT I_Farm dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam meningkatkan perekonomian. “Kenapa tidak berternak untuk menghasilkan pendapatan sendiri, sehingga bisa menjadi penghasilan tambahan,” pungkasnya. (rc)
