INDRAMAYU – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Indramayu dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan sejumlah wilayah dilanda banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Akibat kejadian tersebut, ratusan kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak, bahkan sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim terus melakukan pemantauan langsung ke daerah-daerah yang terdampak banjir. Pada Rabu (28/1/2026), ia turut mengajak tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung untuk meninjau saluran air yang diduga menjadi penyebab utama banjir, tepatnya di Desa Pekandangan Jaya.
Salah satu titik yang dikunjungi berada di sepanjang ruas jalan Indramayu–Jatibarang, meliputi wilayah Desa Pekandangan, Pekandangan Jaya hingga Dukuh. Di lokasi tersebut, genangan air menyebabkan jalur sebelah kanan jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Bahkan, di sekitar Apotek Perintis, banjir merendam jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer sehingga arus lalu lintas hanya bisa melewati satu jalur akibat tanggul yang jebol.
Baca Juga:Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Empat Titik Kota Indramayu Terendam BanjirDukung Program JKN, Bupati Indramayu Lucky Hakim Raih Penghargaan UHC Awards 2026
Kondisi banjir diperparah oleh keberadaan bangunan liar di bantaran sungai serta tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. Menanggapi hal tersebut, Bupati Lucky menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami meminta kepada kuwu dan seluruh warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran sungai agar segera dibongkar,” tegas Lucky di hadapan Kuwu Pekandangan, Mulyani SE, serta ratusan warga yang menyambut kedatangannya di lokasi banjir.
Lucky juga mengingatkan para pemilik bangunan liar agar segera menertibkan bangunannya secara mandiri. Ia menegaskan bahwa apabila dalam beberapa pekan ke depan tidak ada tindakan, pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Daripada menimbulkan penderitaan bagi banyak orang, lebih baik bangunan liar tersebut dibongkar,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Lucky meminta BBWS Cimanuk–Cisanggarung untuk segera melakukan normalisasi sungai guna mengembalikan fungsi aliran air secara optimal.
“Kami berharap BBWS dapat segera melakukan normalisasi agar aliran sungai kembali lancar dan tidak lagi memicu banjir,” tambahnya.
