RADARCIREBON.ID- Jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tembus 71 juta lebih penerima manfaat. Program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sejak Januari 2025 itu pun berdampak besar di semua lini.
Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) Marsdya TNI Samsul Rizal. SPPI sendiri dibentuk pemerintah di Unhan (Universitas Pertahanan) untuk mendukung program MBG.
Kata Samsul Rizal, program MBG menyerap banyak tenaga kerja dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara nasional. Secara nasional, lanjutnya, pemerintah telah membentuk 19.188 SPPG yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Baca Juga:Program MBG Menghidupkan Roda Empat, Dealer di Cirebon Kebanjiran Peminat183 Ribu Peserta BPJS Kesehatan PBI Kartu Tak Aktif, Puskesos Datangi Kantor Bupati Cirebon
Hingga saat ini, jumlah penerima manfaat MBG secara nasional telah menembus angka 71 juta jiwa. “Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan program makan bergizi terbesar kedua di dunia setelah India,” ujar Samsul Rizal saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, keberadaan SPPG tidak hanya menjamin distribusi makanan bergizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar. “Kalau dihitung, program MBG sudah menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja. Ini bukan hanya program gizi, tapi juga program penggerak ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Di tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan 32 ribu dapur MBG di seluruh Indonesia. Kondisi eksisting SPPG saat ini dalam pelaksanaan program MBG telah mencapai 70 persen lebih, atau hampir mendekati target nasional yang telah dicanangkan.
“MBG ini merupakan bagian dari rangkaian program unggulan Presiden yang bertujuan meningkatkan kecerdasan generasi emas di 2045 mendatang, termasuk kesejahteraan rakyat dan memperkuat kemandirian bangsa,” ucapnya.
Selain MBG, terdapat pula program strategis lain seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sekolah rakyat, pembangunan tiga juta rumah, cek kesehatan gratis, serta pembangunan Sekolah Unggulan Garuda. “Kalau kita lihat secara utuh, program-program ini dibuat untuk kepentingan rakyat dan masa depan bangsa. Karena itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung,” tegasnya.
Ia juga menanggapi berbagai kritik yang muncul terhadap program MBG. Bagi Samsul, kritik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi dan justru penting sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan program semakin baik. “Kekurangan pasti ada. Itu hal yang manusiawi. Yang penting kita terus evaluasi dan perbaiki bersama, karena program ini sangat mulia,” ucapnya.
