Dapur MBG Hadir Lagi di Kabupaten Cirebon, Nasional: Serap 700 Ribu Tenaga Kerja

Dapur MBG Hadir Lagi di Kabupaten Cirebon 
HADIR DI CIREBON: Wakil Ketua SPPI Marsdya TNI Samsul Rizal hadir di Cirebon, kemarin. Ia menghadiri penyaluran MBG di SDN 1 Gegunung serta peresmian SPPG Kelurahan Kemantren. Foto: Samsul Huda/Radar Cirebon
0 Komentar

Terkait pengelolaan di lapangan, Samsul berharap seluruh SPPG dapat mengelola dapur MBG secara profesional, dengan tetap menyesuaikan kondisi dan kearifan lokal. Inovasi dan kreativitas dinilai penting agar standar pengelolaan dapur tetap terpenuhi. “Kami menyadari belum semua standar bisa dipenuhi secara sempurna. Tapi capaian saat ini sudah tinggi. Kekurangan yang ada harus dimaklumi dan terus diperbaiki,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Muala Hoedi Makayasa, Aryono Suryo Kusumo menegaskan, keberadaan dapur MBG bukan sekadar fasilitas memasak, melainkan simbol komitmen bersama untuk masa depan generasi bangsa. “Ini bukan dapur biasa. Ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap anak-anak. Gizi yang baik sangat menentukan tumbuh kembang, baik secara fisik maupun intelektual,” terangnya.

Ia menyampaikan, SPPG Kemantren telah beroperasi sejak 8 Desember 2025, dengan jumlah penerima manfaat di awal mencapai 1.451 orang. Sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah tersebut tidak boleh melebihi 2.000 penerima.

Baca Juga:Program MBG Menghidupkan Roda Empat, Dealer di Cirebon Kebanjiran Peminat183 Ribu Peserta BPJS Kesehatan PBI Kartu Tak Aktif, Puskesos Datangi Kantor Bupati Cirebon

Namun, pada Januari 2026 terjadi penambahan menjadi 2.481 penerima, atau meningkat sekitar 78 persen. “Penerima manfaat berasal dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, SD, hingga posyandu,” tuturnya.

Untuk memastikan keamanan pangan, tambah Aryono, pihaknya menerapkan pengawasan ketat setiap hari. Mulai dari proses memasak oleh chef, pemeriksaan ahli gizi, hingga distribusi makanan. “MBG dimakan maksimal empat jam setelah distribusi ke sekolah dan langsung dikonsumsi. Ini untuk mengantisipasi risiko makanan basi,” pungkasnya. (*)

0 Komentar