KUNINGAN–Dualisme kepemimpinan yang selama bertahun-tahun membayangi Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kuningan, akhirnya resmi berakhir. Hal tersebut ditandai melalui pelaksanaan Musda Dekopinda yang digelar di Wisma Permata Kuningan, Kamis (29/1).
Musda ini digelar sebagai langkah penyelesaian konflik internal, akibat dualisme kepemimpinan. Hal itu terjadi tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga berakar dari dinamika kepengurusan Dekopinda di tingkat pusat dan provinsi selama kurang lebih lima tahun terakhir.
Kondisi tersebut memunculkan dua kubu kepemimpinan yang berdampak hingga ke daerah, termasuk di Kuningan. Sejak 2024, Dekopinda pusat mulai melakukan proses rekonsiliasi yang kemudian diikuti oleh Dekopinda Provinsi Jabar pada 2025.
Baca Juga:Latihan Perdana Bersama Persib Bandung, Layvin Kurzawa Jadi Pusat PerhatianKEJUTAN! Jalani Tes Medis, Maarten Paes Selangkah Lagi Resmi Bergabung dengan Ajax Amsterdam
Langkah tersebut menjadi pijakan untuk menuntaskan persoalan serupa di tingkat kabupaten. Di Kuningan sendiri, dualisme kepemimpinan dipimpin oleh Hj Tuti Rusilawati dan Lena Herlina, yang masing-masing menjalankan roda organisasi dalam kubu berbeda.
Berbagai dampak negatif akibat dualisme tersebut mendorong kedua belah pihak untuk duduk bersama. Setelah masing-masing kubu menggelar rapat internal, Diskopdagperin Kuningan memfasilitasi pertemuan dan menghasilkan kesepakatan untuk menyelenggarakan musda sebagai jalan keluar.
Dengan demikian, kepengurusan dari kedua kubu dinyatakan demisioner, sekaligus menandai berakhirnya dualisme kepemimpinan Dekopinda Kuningan.
Pada kesempatan itu, Lena Herlina yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dekopinda versi kedua, secara tegas menyatakan tidak mencalonkan diri kembali dalam musda kali ini.
“Saya berharap siapa pun yang terpilih bisa membawa organisasi ini lebih melesat demi kebaikan koperasi daerah. Rekonsiliasi ini semata-mata untuk kepentingan bersama agar gerakan perkoperasian di Kuningan semakin maju,” ujar Lena.
Ia juga menekankan pentingnya peran Dekopinda Kuningan sebagai mitra strategis pemerintah daerah, terlebih dengan jumlah koperasi di Kuningan yang mencapai ribuan. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan koperasi secara menyeluruh.
Sementara itu, Hj Tuti Rusilawati yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dekopinda Kuningan menyatakan, bahwa proses rekonsiliasi telah melalui tahapan komunikasi dan pertemuan yang difasilitasi dengan baik, termasuk dengan Lena Herlina.
Baca Juga:Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Empat Titik Kota Indramayu Terendam BanjirDukung Program JKN, Bupati Indramayu Lucky Hakim Raih Penghargaan UHC Awards 2026
“Yang paling penting ke depan hanya ada satu Dekopinda dan tidak ada lagi dualisme kepemimpinan. Dari pusat hingga provinsi sudah satu, dan di daerah pun harus satu tujuan,” tegasnya.
