DPUTR Diminta Cek Jalan Berlubang, Semakin Banyak di Kota Cirebon Seiring Tingginya Curah Hujan

DPUTR Diminta Cek Jalan Berlubang
BERHARI-HARI: Lubang Besar Di Jalan Ciremai Raya (kanan) dan Genangan di Angkasa Raya-Katiasa, kemarin (30/1/2026). Air yang menggenang di jalur itu terjadi berhari-hari, bahkan meski sudah tak turun hujan. Kondisi itu karena drainase tak berfungsi. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

Kerusakan jalan di Kota Cirebon pada musim hujan bukan hanya soal lubang. Yang paling banyak ditemui justru permukaan jalan yang tidak rata akibat tambal sulam berulang. Perbaikan yang bersifat sementara tidak mampu bertahan lama saat curah hujan tinggi. Air masuk melalui celah kecil, merusak lapisan bawah, lalu memecahkan aspal dari dalam.

Genangan air memperparah kondisi. Air menutup lubang. Menyembunyikan kedalaman. Pengendara tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Risiko kecelakaan meningkat, terutama saat hujan deras atau malam hari. Dalam kondisi seperti itu, berkendara bukan lagi soal kecepatan, melainkan soal kewaspadaan penuh.

Warga mengaku resah. Ilham, 34 tahun, pengendara sepeda motor yang hampir setiap hari melintas Jalan Rajawali Raya mengatakan kondisi jalan kini sulit diprediksi. “Hari ini masih aman, besok bisa sudah bolong. Kalau hujan, lubangnya nggak kelihatan sama sekali. Pernah hampir jatuh karena roda depan masuk lubang. Ya kalau bisa dinas yang ngurus beginian rutin turun, ngecek, diperbaiki sebelum ada korban,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Baca Juga:Sekolah Swasta: BPMU Bukan untuk Foya-foya, Skema BPMU Diganti oleh Pemprov JabarDapur MBG Hadir Lagi di Kabupaten Cirebon, Nasional: Serap 700 Ribu Tenaga Kerja

Keluhan juga datang dari Siti Aminah, warga di sekitar Jalan Dr Cipto Mangunkusumo. Ia menyebut jalan bergelombang menyulitkan aktivitas harian. “Kalau bawa anak naik motor rasanya waswas. Tambalannya beda-beda, jalannya naik turun. Kalau hujan, air ngumpul, makin rusak. Kalau bisa sih ada perbaikan ya. Hujan begini harus sering dicek, supaya ditambal atau diapain gitu. Khawatirnya pas lagi bawa motor tiba-tiba masuk lubang karena gak kelihatan,” kata perempuan 41 tahun tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan sudah menyentuh aspek keselamatan, bukan sekadar kenyamanan. Masalah jalan rusak ini bukan hal baru. Namun setiap musim hujan, persoalan yang sama selalu muncul kembali. Jalan rusak diperbaiki sementara. Hujan datang. Rusak lagi.

Pola itu terus berulang. Warga berharap pemerintah kota lebih sigap, melakukan patroli rutin untuk mendeteksi kerusakan sejak dini sebelum lubang semakin besar dan memakan korban.

Sementara itu, Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mengakui kondisi tersebut. Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menyebut curah hujan tinggi belakangan ini berdampak langsung pada munculnya kembali kerusakan jalan di sejumlah titik.

0 Komentar