Penegasan serupa sebelumnya disampaikan Wakil Komandan (Wadan) Diklat PPIH 2026, Kolonel (Purn) Muftiono. Ia menjelaskan bahwa diklat yang melibatkan unsur TNI dan Polri menerapkan disiplin semi militer untuk membentuk mental petugas sebagai garda terdepan pelayanan di lapangan.
Muftiono menyatakan sejak hari pertama peserta sudah diingatkan bahwa mengikuti diklat tidak berarti otomatis menjadi petugas; yang tidak jujur soal kondisi kesehatan atau tidak disiplin akan langsung dikeluarkan.
“Sejak hari pertama sudah kami sampaikan, ikut diklat bukan berarti otomatis jadi petugas haji. Ini adalah bagian dari seleksi. Mereka yang tidak jujur soal kesehatan atau tidak disiplin, langsung kami keluarkan,” tegasnya.
Baca Juga:Soroti BOP Fantastis, Pimpinan DPRD Kuningan Sepakat Panggil Direktur PDAMPemkot Cirebon Raih UHC Awards 2026
Hingga kini, peserta yang masih bertahan tetap harus menjaga performa hingga penutupan resmi pada Jumat (30/1). Penutupan diklat rencananya akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Hanya peserta yang bertahan sampai seremoni penutupan yang dinyatakan lulus dan resmi ditetapkan sebagai petugas haji 2026.
Setelah diklat tatap muka selesai, calon petugas masih diwajibkan mengikuti pembekalan daring selama 10 hari serta menjaga kondisi kesehatan dan standar pelayanan. Sementara peserta yang gugur dipastikan tidak bisa kembali bergabung pada musim haji tahun ini, namun tetap diberi peluang untuk mencoba lagi pada tahun berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.
“Haji itu panggilan Allah. Kalau tahun ini belum lulus, silakan coba lagi tahun depan dengan persiapan yang jauh lebih matang. Tahun depan dipastikan aturan akan lebih ketat lagi,” ucap Dahnil. (dsw)
