INDRAMAYU – Sebagai langkah antisipatif dalam mengurangi risiko dan dampak bencana, Pemerintah Desa (Pemdes) Majakerta, Kecamatan Balongan, Indramayu secara resmi mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) pada Kamis (29/1). Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Majakerta tersebut difasilitasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu bekerja sama dengan Human Initiative serta Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan.
Kuwu Majakerta, Rendra menegaskan, pembentukan dan pengukuhan FPRB merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja. Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Bencana memang tidak diharapkan oleh siapa pun, namun kesiapan sangat diperlukan agar risiko dan dampaknya dapat ditekan sekecil mungkin,” ujarnya.
Baca Juga:KEJUTAN! Jalani Tes Medis, Maarten Paes Selangkah Lagi Resmi Bergabung dengan Ajax AmsterdamCurah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Empat Titik Kota Indramayu Terendam Banjir
Rendra juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Indramayu, Human Initiative, serta KPI RU VI Balongan yang telah memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pelatihan relawan hingga pengukuhan FPRB Desa Majakerta.
“Kami optimistis setelah dibekali pelatihan dari para ahli, relawan FPRB mampu bertindak cepat dan tepat sesuai prosedur saat bencana terjadi, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana di Majakerta,” jelasnya.
Sementara itu, Manager Disaster Risk Management Human Initiative sekaligus fasilitator pembentukan FPRB Desa Majakerta, Deni Kurniawan menyebut, pengukuhan ini sebagai wujud nyata sinergi Segitiga Penanggulangan Bencana (SPB), yakni kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta.
Menurut Deni, peran masyarakat sangat vital dalam upaya penanggulangan bencana karena menjadi pihak yang paling pertama dan paling berpotensi terdampak saat bencana terjadi. Hal tersebut menjadi perhatian khusus, mengingat Desa Majakerta tergolong wilayah rawan bencana alam maupun nonalam, termasuk potensi kegagalan teknologi, karena berada di kawasan ring satu Kilang Pertamina Balongan.
“Melalui FPRB, kami memperkuat kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan relawan agar memiliki ketangguhan dalam masa siaga bencana serta mampu menanggulangi dampak yang ditimbulkan,” pungkasnya. (oni)
