Resmikan SPPG di Terisi, Kasan Basari Pesan Gunakan Bahan Berkualitas dan Air Mineral

Yayasan Laskar Kreasi Muda
RESMIKAN SPPG: Penanggung Yayasan Laskar Kreasi Muda H Kasan Basari, didampingi unsur Muspika Terisi, memotong pita sebagai tanda peresmian SPPG Indramayu Terisi Rajasinga, belum lama ini. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Indramayu Terisi Rajasinga siap melayani penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kesiapan tersebut ditandai dengan peresmian SPPG yang dilakukan langsung oleh Penanggung Yayasan Laskar Kreasi Muda, H Kasan Basari, belum lama ini.

Kasan Basari menyampaikan, di Kecamatan Terisi saat ini telah diresmikan empat SPPG. Sementara tiga SPPG lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Dengan demikian, total akan terdapat tujuh SPPG yang melayani program MBG bagi penerima manfaat di Kecamatan Terisi.

“Di Kecamatan Terisi, SPPG yang sudah diresmikan ada empat. Tiga lainnya masih dalam progress. Sehingga jika semuanya sudah berjalan akan ada tujuh SPPG yang melayani program MBG,” ujar Kasan Basari.

Baca Juga:Sungai Asin Meluap Lagi, Puluhan Hektare Sawah Terendam BanjirRumah Warga Purwawinangun Ambruk, Bupati Kuningan Turun Langsung Beri Bantuan

Ia menjelaskan, SPPG di wilayah Kecamatan Terisi tidak hanya melayani peserta didik dan tenaga pendidik, tetapi juga penerima MBG kategori B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD. Saat dapur mulai beroperasi, akan dilakukan sinkronisasi oleh koordinator kecamatan untuk membagi kuota masing-masing dapur, disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan penerima kategori B3.

“Setiap SPPG akan melayani sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat, termasuk kategori B3,” katanya.

Kasan Basari berpesan agar para mitra Badan Gizi Nasional (BGN) mengedepankan semangat makan bergizi bagi anak-anak, memastikan keamanan dan kenyamanan pangan, serta menghadirkan menu yang disukai penerima manfaat.

Sebagai pelopor dapur MBG pertama di Kabupaten Indramayu, Kasan juga menekankan pentingnya kehati-hatian dan tanggung jawab para pengelola SPPG, termasuk memastikan kualitas bahan baku yang digunakan serta menggunakan air mineral dalam proses pengolahan makanan.

“Kami pelopor dapur MBG di Indramayu, sehingga sering melakukan uji coba dan evaluasi. Jaga kualitas bahan dan gunakan air mineral. Pastikan penerima benar-benar merasakan manfaat MBG. Untuk balita, timbang berat badan sebelum menerima dan setelahnya. Begitu juga bagi ibu hamil dan menyusui, harus disesuaikan,” ujarnya.

Ia berharap, dengan semakin banyaknya dapur MBG di Kabupaten Indramayu, program ini mampu menekan angka stunting, meningkatkan asupan gizi anak, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

0 Komentar