“SPPG juga harus menyerap produk lokal sesuai arahan BGN, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi harapan, tetapi benar-benar terwujud,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Indramayu Terisi Rajasinga, Wildan Firdaus Firmansyah, mengatakan SPPG Indramayu Terisi Rajasinga dijadwalkan mulai beroperasi pada awal Februari 2026. Pada tahap awal, sesuai petunjuk teknis, SPPG akan melayani sekitar 1.000 penerima manfaat dan meningkat hingga 3.000 penerima manfaat pada pekan keempat Februari 2026.
“Dari total 3.000 penerima manfaat, sebanyak 600 di antaranya merupakan kategori B3. Untuk sekolah, terdapat 21 sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMK,” jelas Wildan.
Baca Juga:Sungai Asin Meluap Lagi, Puluhan Hektare Sawah Terendam BanjirRumah Warga Purwawinangun Ambruk, Bupati Kuningan Turun Langsung Beri Bantuan
Menindaklanjuti arahan penanggung yayasan, pihaknya memastikan penggunaan bahan baku berkualitas serta air mineral dari pemasok lokal.
“Terkait relawan, mayoritas berasal dari masyarakat lokal Desa Rajasinga dan Jatimulya. Mudah-mudahan dengan hadirnya SPPG ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar serta layanan terbaik bagi penerima manfaat,” pungkasnya. (oni)
