Sambangi Disnaker, Lapas Kuningan Promosikan Peci Peupeujeuh Karya Warga Binaan

Lapas Kelas IIA Kuningan
PECI UNGGULAN: Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali mengenalkan peci peupeujeuh sebagai produk unggulan warga binaan di Kantor Disnakertrans Kuningan. Foto: Lapas Kuningan 
0 Komentar

KUNINGAN–Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan sudah bisa berkarya dengan menghasilkan produk unggulan. Salah satunya berupa peci peupeujeuh.

Produk peci peupeujeuh hasil penguatan pembinaan kemandirian warga binaan, itu dikenalkan ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kuningan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali bersama jajaran staf kegiatan kerja sengaja mengunjungi langsung Kantor Disnakertrans Kuningan. Dalam pertemuan itu, secara khusus memperkenalkan peci peupeujeuh, produk khas bernuansa kearifan lokal Kuningan yang dihasilkan dari pembinaan keterampilan warga binaan. Produk tersebut dinilai memiliki kualitas baik serta berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari produk UMKM bernilai ekonomi.

Baca Juga:Latihan Perdana Bersama Persib Bandung, Layvin Kurzawa Jadi Pusat PerhatianKEJUTAN! Jalani Tes Medis, Maarten Paes Selangkah Lagi Resmi Bergabung dengan Ajax Amsterdam

Selain pengenalan produk, disampaikan pula berbagai program pembinaan kemandirian yang telah berjalan, mulai dari pelatihan kerja hingga pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.

Pihak Disnakertrans Kuningan pun memberikan apresiasi atas upaya pembinaan yang dilakukan serta membuka peluang sinergi lanjutan. Pertemuan ini turut membahas potensi kerja sama di bidang pelatihan keterampilan dan peningkatan kompetensi kerja berbasis ketenagakerjaan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi warga binaan, agar mampu mandiri dan berdaya saing saat kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kuningan Sukarno Ali menyampaikan, bahwa koordinasi dengan Disnakertrans merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, tetapi berkelanjutan hingga proses reintegrasi sosial.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap produk peci peupeujeuh karya warga binaan semakin dikenal luas, sekaligus membuka peluang pelatihan dan dukungan pemasaran. Ini sejalan dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pemberdayaan serta pengembangan UMKM,” ujarnya.

Dengan adanya koordinasi ini, Lapas Kuningan optimistis pembinaan kemandirian warga binaan dapat berjalan lebih optimal. Tak hanya menciptakan produk bernilai jual, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang siap kembali dan berkontribusi positif di masyarakat. (ags)

0 Komentar