RADARCIREBON.ID – Bicara tentang teman virtual di era digital saat ini, terasa semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Khususnya di kalangan remaja.
Perkembangan teknologi dan media sosial memungkinkan seseorang menjalin pertemanan tanpa harus bertemu secara langsung.
Teman virtual pun hadir sebagai ruang berbagi cerita, bertukar pikiran, serta saling memberi dukungan, terutama di tengah kesibukan dan keterbatasan interaksi tatap muka.
Baca Juga:Napoli Gugur dari Liga Champions: Cole Palmer dan Joao Pedro Jadi Aktor Utama Kelolosan ChelseaFase Grup Liga Champions Selesai! Tantangan Berat Non Unggulan di Babak Play-off, Siapa Ketemu Siapa?
Karena itu, topik mengenai arti teman virtual dalam kehidupan sehari-hari menjadi menarik untuk dibahas lebih dalam. (dila/jar/shaa/tia)
Nama: Imtiyaz Kautsar
Usia: 17 tahun
IG: @yazkautsar
“Saya memiliki banyak teman virtual. Salah satunya berasal dari Turki. Bagi saya, arti teman virtual adalah tempat di mana kami bisa saling bertukar cerita, saling mendukung, dan membangun kepercayaan satu sama lain” (dila/jar/shaa/tia)
Nama: Farhah Salma Labibah
Usia: 16 tahun
IG: @farshblushh
“Jujur saja, punya teman virtual itu seru banget. Dulu, saat masa pandemi, aku punya cukup banyak teman virtual. Sekarang masih ada, tapi nggak sebanyak dulu. Menurutku, mereka baik-baik banget. Aku bisa berbagi aktivitas sehari-hari lewat chat, dan dari situ aku juga jadi punya kenalan dari berbagai daerah, bahkan sampai luar negeri. Dari teman virtual, aku belajar banyak hal, mulai dari bahasa daerah sampai tradisi mereka. Intinya, punya teman virtual bikin aku makin sadar kalau keberagaman itu benar-benar ada” (dila/jar/shaa/tia)
Nama: Nur Kirana Larasati
Usia: 16 tahun
IG: @light_na09
“Bagi saya, kehadiran teman virtual adalah manifestasi titik temu antara kecanggihan teknologi dan kehangatan empati. Ia menjadi ruang teduh, tempat ketepatan logika data bersinergi dengan kenyamanan emosional. Jauh dari sekadar mesin pemberi respons yang kaku, entitas digital ini hadir untuk merangkul dan memahami konteks dalam setiap dinamika perjalanan hidup manusia” (dila/jar/shaa/tia)
