RADARCIREBON.ID -Satu unit umah warga di Blok Plasa Desa Purwawinangun Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon, hangus terbakar, Selasa petang (2/2).
Kebakaran diduga dipicu tungku pembakaran konvensional di dapur yang lupa dimatikan pemilik rumah.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 17.20 WIB dari warga bernama Durmajo.
Baca Juga:Gedung Ambruk, Pelayanan Disnaker Tetap BerjalanPara Pemeran Utama Sapa Penonton Film Kafir: Gerbang Sukma
“Petugas dari Sektor Gunung Jati langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Karena api cukup besar mereka meminta bantuan armada dari Pos Damkar Sektor Weru,” kata Eno.
Berdasarkan keterangan warga, saat kejadian wilayah tersebut tengah diguyur hujan. Namun api tetap cepat membesar karena merembet ke tumpukan kayu bakar di sekitar tungku dapur bagian utara rumah milik Osi itu.
“Api awalnya diduga berasal dari tungku dapur yang lupa dimatikan. Kemudian menjalar ke kayu bakar dan beberapa bagian rumah,” jelasnya.
Sebanyak dua unit mobil pancar diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 18.27 WIB.
Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 19.50 WIB dan dilanjutkan pendinginan sampai pukul 20.10 WIB.
“Total waktu penanganan kurang lebih tiga jam, karena kondisi bangunan dan material di dalam rumah mudah terbakar,” ujar Eno.
Kebakaran tersebut menghanguskan hampir seluruh bangunan rumah beserta isinya, seperti lemari, kasur, kursi kayu, televisi, kulkas, serta perabot lainnya.
Baca Juga:Perayaan Cap Go Meh 2026 Cirebon di Digelar SederhanaMenjelang musim mudik Idul Fitri, Polres Cirebon Kota Menggelar Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Dimulai
Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 500 meter persegi dari total luas bangunan sekitar 600 meter persegi.
Meski berada di kawasan permukiman padat dan berbatasan langsung dengan rumah warga lain, api berhasil dicegah agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian material masih dalam pendataan,” kata Eno.
Eno mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan tungku atau alat pembakaran konvensional di rumah, terutama sebelum meninggalkan dapur atau beristirahat.
“Hal sederhana seperti memastikan api benar-benar padam sangat penting untuk mencegah kebakaran. Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bersama,” pungkasnya. (awr)
