Sebagai bagian dari persiapan, BULOG juga melakukan uji tanak terhadap sejumlah sampel beras yang diusulkan untuk ekspor. Uji ini menilai tekstur, aroma, rasa, serta kualitas nasi setelah dimasak guna memastikan kesesuaian dengan preferensi konsumen dan standar mutu premium. Hasilnya akan menjadi salah satu dasar penetapan jenis beras dan merek yang akan digunakan dalam program ekspor beras haji dan umrah.
Rapat koordinasi ini sekaligus menegaskan kesiapan Indonesia memanfaatkan momentum surplus beras nasional 2025. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan penguatan ketahanan pangan, sekaligus membuka ruang strategis bagi Indonesia untuk memperluas peran di pasar beras global.(dsw)
