RADARCIREBON.ID- Pemerintah Kota Cirebon terus melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah. Salah satunya, memperpanjang usia TPA Kopiluhur melalui penerapan sistem controlled landfill. Yakni sampah diratakan, dipadatkan dengan alat berat, dan ditutup dengan lapisan tanah secara berkala setiap 5-7 hari. Saat ini progresnya telah mencapai sekitar 75 persen.
Penjabat (Pj) Sekda, Sumanto, mengatakan usia TPA Kopiluhur yang sering disebut tak lama lagi kolaps, hanya bersifat perkiraan. Kata Sumanto, kondisi saat ini sangat bergantung pada percepatan pengelolaan sampah.
“Kalau bicara dua tahun atau tiga tahun ke depan (usia TPA Kopiluhur, red) itu sebetulnya masih perkiraan. Yang jelas, sekarang kita sedang melaksanakan upaya pengelolaan TPA Kopiluhur secara controlled landfill. Alhamdulillah sudah berjalan. Sudah sekitar 75 persen terlaksana,” ujar Sumanto kepada Radar Cirebon, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga:MBG Pertama Kali di SMPN 1 Kota Cirebon, Pertama untuk Siswa, Juga Guru dan Staf SekolahPrabowo Subianto Sebut Hampir Seluruh TPA di Indonesia Kolaps 2028
Dengan progres itu, Sumanto berharap pengelolaan pengurugan di TPA Kopiluhur dapat semakin meluas, terutama saat intensitas hujan mulai berkurang. Jelas Sumanto, sistem controlled landfill yang diterapkan dengan metode buka-tutup sampah mampu menambah usia pakai TPA Kopiluhur.
Selain itu, Pemkot Cirebon juga mulai merencanakan pengelolaan TPA berbasis controlled landfill secara lebih menyeluruh pada tahun 2026. Perencanaan tersebut mencakup pembukaan areal baru yang diawali dengan pemasangan lapisan penampung air lindi atau leachate. “Air lindi nanti dialirkan ke kolam lindi untuk diolah supaya tidak mencemari lingkungan. Termasuk juga penyiapan jaringan air dan sistem pengelolaannya,” jelasnya.
Tidak hanya itu saja, dalam penanganan sampah ini, Pemkot Cirebon juga tengah menyiapkan Surat Edaran Walikota Cirebon yang ditujukan ke seluruh pengelola kawasan agar mengelola sampahnya secara mandiri. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Kopiluhur.
“Mulai dari mall, kawasan kuliner, pasar, hingga rumah sakit yang memang sudah wajib, kita dorong agar mengelola sampah di kawasannya masing-masing secara mandiri. Dengan begitu, sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang dan usia TPA bisa bertambah,” ujarnya.
Upaya pengurangan sampah juga dilakukan melalui optimalisasi bank sampah di tingkat RW serta revitalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) menjadi TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle). “Semakin banyak kawasan yang mengelola sampahnya sendiri, maka semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA. Arahnya ke sana,” tegasnya.
