DLH Kewalahan Angkut, 1.200 Ton Sampah Per Hari di Kabupaten Cirebon

1.200 Ton Sampah Per Hari di Kabupaten Cirebon
OLAH SAMPAH: Tampak aktivitas di TPA Kubangdeleg, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon. Luas TPA ini sekitar 5 hektare untuk menampung sampai di wilayah timur Cirebon. Foto: DLH Kab Cirebon For Radar Cirebon
0 Komentar

Program pertama adalah kampung bersih. Dalam program ini, setiap kecamatan ditargetkan memiliki satu hingga dua desa percontohan yang mampu menuntaskan persoalan sampah secara mandiri. “Desa percontohan ini diharapkan bisa mengelola sampahnya sendiri, misalnya dengan menggunakan alat penghancur atau pencacah sampah,” ujarnya.

Program kedua adalah kerja sama antara pemerintah desa (pemdes) dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam sistem pengelolaan sampah. Kolaborasi tersebut mencakup penguatan sarana, prasarana, serta pola pengangkutan dan pengolahan sampah. “Pemdes pun tidak bisa jalan sendiri. Ada sinergi dengan pemkab agar pengelolaan sampah bisa lebih terstruktur,” jelas Jigus.

Sementara program ketiga, Pemkab Cirebon akan menjalin kerja sama dengan kementerian terkait untuk membenahi pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA). Upaya tersebut dilakukan agar pengelolaan TPA menjadi lebih modern dan ramah lingkungan. “Kami ingin pengelolaan TPA ke depan jauh lebih baik, tidak hanya menumpuk sampah, tapi benar-benar dikelola dengan sistem yang tepat,” katanya.

Baca Juga:MBG Pertama Kali di SMPN 1 Kota Cirebon, Pertama untuk Siswa, Juga Guru dan Staf SekolahPrabowo Subianto Sebut Hampir Seluruh TPA di Indonesia Kolaps 2028

Jigus berharap, dengan penerapan tiga program tersebut, persoalan sampah di Kabupaten Cirebon dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sebelumnya, pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kekhawatirannya terkait sampah.

Kepala Negara mengatakan hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan kolaps atau kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028. “Sampah ini menjadi masalah, diproyeksi hampir semua TPA sampah akan overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Selain itu, Presiden menekankan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk mengatasi permasalahan sampah.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung, saudara-saudara. Ini 34 (proyek waste to energy, red), kita segera mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga. Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita gak benar, masih jorok, kotor,” kata Presiden. (sam/den)

0 Komentar