INDRAMAYU – Intensitas hujan ekstrem yang melanda Kabupaten Indramayu dalam beberapa pekan terakhir, berdampak serius terhadap sektor pertanian. Sedikitnya lebih dari 10.000 hektare sawah dilaporkan terendam banjir akibat luapan sungai dan tingginya curah hujan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu mencatat, total lahan sawah yang terdampak banjir mencapai 10.934 hektare yang tersebar di 25 kecamatan. Curah hujan tercatat mencapai 180 milimeter, jauh di atas ambang normal.
Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu melalui DKPP bergerak cepat dengan melakukan pendataan dan mengajukan permohonan bantuan benih padi sebanyak 250 ton kepada Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Bantuan tersebut diharapkan dapat memulihkan ribuan hektare lahan yang mengalami gagal tanam akibat genangan air yang melampaui batas toleransi tanaman.
Baca Juga:Ini Dia 3 Pemain Real Madrid yang Berpeluang Bersinar Akibat Cedera Jude BellinghamRatusan Ikan Dewa di Balong Cigugur Mati Mendadak, Bupati Kuningan Turun Tangan
Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPP Kabupaten Indramayu, Puryanto menjelaskan, anomali cuaca kali ini berada di luar prediksi. Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan saluran irigasi dan sungai-sungai kecil meluap hingga menggenangi sawah yang baru ditanami.
“Dalam satu hingga dua minggu terakhir, curah hujan mencapai 180 milimeter. Ini kondisi ekstrem dan di luar prediksi. Akibatnya, sekitar 10.934 hektare sawah terdampak banjir dari total 88.782 hektare lahan yang sudah ditanami,” ujar Puryanto, Selasa (3/2).
Berdasarkan data inventarisasi DKPP, Kecamatan Kandanghaur menjadi wilayah terdampak terparah dengan luas genangan mencapai 1.811 hektare. Disusul Kecamatan Arahan seluas 1.546 hektare dan Kecamatan Cantigi sebesar 1.123 hektare.
“Kecamatan Kandanghaur memang memiliki areal sawah terluas, hampir 2.000 hektare. Sesuai standar POPT, apabila tanaman terendam selama tiga hingga empat hari dan air menutup batang hingga daun, maka tanaman tersebut dinyatakan tidak dapat diselamatkan atau gagal tanam,” jelasnya.
Untuk meringankan beban ekonomi petani yang harus melakukan tanam ulang, DKPP telah merampungkan klasifikasi laporan kerusakan yang selanjutnya diajukan ke Direktorat Serealia Kementerian Pertanian RI.
“Kami sudah diperintahkan Pak Kadis untuk melakukan inventarisasi, dan laporan masuk ke Kementerian Pertanian. Kami memperjuangkan bantuan benih dengan estimasi sekitar 250 ton untuk meng-cover sekitar 10.000 hektare lahan terdampak,” ungkap Puryanto.
Ia menambahkan, bantuan benih tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi petani agar tetap bersemangat melanjutkan musim tanam 2026. DKPP Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk terus memantau proses administrasi di tingkat pusat agar bantuan dapat segera disalurkan ke kelompok tani.
