Nama Raffi Ahmad Muncul di Materi Mens Rea, Pandji: Fokusnya Soal Bisnis Ilegal dan Pencucian Uang

Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono
0 Komentar

RADARCIREBON.ID –Nama Raffi Ahmad tiba-tiba ikut ramai dibicarakan dalam isu berat, dugaan praktik money laundering atau pencucian uang. Pemantiknya datang dari panggung komedi, spesial show Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea yang tayang di Netflix. Konten tersebut kemudian viral dan memicu beragam spekulasi di media sosial.

Di tengah riuh komentar warganet, Pandji akhirnya memberi penjelasan. Ditemui di kawasan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, komika 46 tahun itu menegaskan bahwa ia tidak sedang menguliti kehidupan pribadi Raffi Ahmad, apalagi menyerang secara personal. Ia meminta publik tak berhenti pada potongan nama yang terdengar familiar, tetapi memahami pesan besar yang ingin ia sampaikan.

Menurut Pandji, Mens Rea sejak awal dibangun untuk membahas persoalan yang lebih luas yakni bagaimana bisnis ilegal bisa hidup berdampingan dengan sistem ekonomi, dan bagaimana uang dari aktivitas gelap “dicuci” agar tampak sah.

Baca Juga:Kolaborasi dengan DPRD Provinsi Jabar, BK DPRD Cirebon Kaji Penerapan BK AwardRumah Ludes Terbakar di Suranenggala, Api Diduga dari Tungku Dapur

Ia berdalih, penggunaan nama figur publik hanyalah sebuah instrumen agar isu yang bersifat teknis dan berat tersebut lebih mudah dicerna oleh masyarakat luas.

“Sebenarnya topik utamanya kan, seperti yang kalau diisi materinya, topik utamanya tuh bukan ke situ (Raffi). Topik utamanya tuh tentang keberadaan bisnis ilegal yang kemudian terkait sama praktik cuci uang gitu,” kata Pandji, dikutip disway.id, Selasa (3/2/2026).

Ia menyayangkan bila diskusi publik justru berputar pada sosok yang disebut sebagai contoh, sementara substansi soal mekanisme dan dampak bisnis ilegal tidak mendapatkan perhatian yang semestinya. “Jadi topiknya tuh sebenarnya itu, pembahasannya itu,” lanjutnya.

Pandji juga menjelaskan, penggunaan nama figur publik dalam materi komedi bukan tanpa pertimbangan. Baginya, isu pencucian uang sering kali terdengar teknis dan rumit sehingga sulit ditangkap penonton awam. Karena itu, ia memakai rujukan yang dekat dengan keseharian masyarakat agar pesan lebih cepat “nyantol” dan memancing rasa ingin tahu.

“Lebih supaya masyarakat awam saja dan aware dengan kondisi seperti itu. Itu aja sih sebenarnya,” ujarnya.

Pada akhirnya, Pandji menekankan bahwa Mens Rea bukan dibuat untuk menghakimi individu, melainkan untuk membuka percakapan tentang persoalan yang kerap dianggap jauh—padahal, menurutnya, nyata dan hadir di sekitar. (dsw)

0 Komentar