Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Dua Warung di Cilimus usai Hujan Angin

Desa Bojong
RUSAK: Pohon mahoni tiba-tiba tumbang menimpa dua warung dan satu mobil yang sedang terparkir di jalan Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Foto: Damkar Kuningan for Radar Cirebon 
0 Komentar

KUNINGAN–Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon mahoni berukuran besar tumbang di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Pohon tumbang menimpa dua bangunan warung dan satu unit mobil hingga ringsek

Berdasarkan keterangan pelapor yang merupakan istri salah satu korban, Santoso, pohon mahoni yang berada tepat di depan warung sate miliknya tumbang secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Akibat kejadian itu, dua bangunan warung mengalami kerusakan cukup parah, dan satu unit mobil yang terparkir di lokasi turut tertimpa batang pohon.

Mengetahui kondisi tersebut, pelapor segera menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang.

Baca Juga:Ini Kronologi Insiden Petasan yang Menimpa Emil Audero, Presiden Inter Beppe Marotta MurkaIni Dia 3 Pemain Real Madrid yang Berpeluang Bersinar Akibat Cedera Jude Bellingham

Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusumah mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.

“Begitu laporan masuk, kami segera menurunkan lima personel untuk melakukan penanganan. Pohon mahoni yang tumbang memiliki ukuran cukup besar, dengan tinggi sekitar 20 meter dan diameter pangkal mencapai kurang lebih 150 sentimeter,” ujarnya, Selasa (3/2).

Ia menjelaskan, proses penanganan melibatkan tim gabungan dari UPT Damkar Kuningan, BPBD, Polsek Cilimus, Koramil Cilimus, Camat Cilimus beserta jajaran, Kepala Desa Bojong, serta dibantu warga sekitar. Proses evakuasi berlangsung sekitar empat jam.

“Untuk sementara, penanganan baru difokuskan pada pembersihan material pohon yang menimpa bangunan warung. Sedangkan bagian pohon yang menimpa kendaraan belum bisa dievakuasi sepenuhnya,” jelasnya.

Menurutnya, kendala utama di lapangan adalah ukuran pangkal batang pohon yang sangat besar dan langsung menimpa unit mobil. Ditambah lagi kondisi waktu yang sudah larut malam, sehingga penanganan lanjutan dinilai berisiko jika dipaksakan.

“Demi faktor keselamatan petugas dan warga, kami memutuskan penanganan bagian pohon yang menimpa mobil akan dilanjutkan kembali esok hari,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir cukup besar. Dua bangunan warung yang terdampak masing-masing adalah Warung Sate Kambing milik Pebrina dengan luas sekitar 100 meter persegi dan Warung Sate Ayam milik Santoso seluas 50 meter persegi. Selain itu, satu unit mobil Escudo tahun 1996 milik Santoso juga mengalami kerusakan.

0 Komentar