Sirene Meraung, Ratusan Siswa di SMAN 3 Kota Cirebon Bergerak Tanpa Panik 

tanggap darurat bencana
BERLINDUNG DI BAWAH MEJA: Siswa SMAN 3 Kota Cirebon mengikuti simulasi kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana, Selasa (3/2/2026). FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Yang menarik, siswa mengikuti simulasi bukan sekadar menjalankan perintah. Mereka memahami konteksnya. Isu kebencanaan telah masuk dalam pembelajaran lintas mata pelajaran—dari geografi, sejarah, hingga diskusi sosial dan lingkungan.

“Ketika teori dipraktikkan seperti ini, siswa lebih menghayati. Mereka serius, tapi tidak panik. Itu yang kami harapkan,” kata Yeni.

Indonesia adalah negeri rawan bencana. Berita gempa, banjir, dan longsor datang silih berganti. SMAN 3 memilih bersiap, bukan menunggu. Lewat simulasi ini, sekolah menanamkan budaya sadar bencana sejak dini, bahwa keselamatan bukan soal keberuntungan, melainkan kesiapan.

Baca Juga:Kolaborasi dengan DPRD Provinsi Jabar, BK DPRD Cirebon Kaji Penerapan BK AwardRumah Ludes Terbakar di Suranenggala, Api Diduga dari Tungku Dapur

Saat sirene akhirnya berhenti, aktivitas sekolah kembali berjalan. Namun satu hal tertinggal: kesadaran bahwa sewaktu-waktu, latihan hari ini bisa menjadi penyelamat nyawa esok hari. (*)

0 Komentar