RADARCIREBON.ID – Awalnya, revitalisasi Taman Pataraksa menelan total anggaran Rp15,5 miliar dari Pemprov Jabar. Area terbuka yang berada di kompleks Perkantoran Pemkab Cirebon itu diresmikan November 2023.
Langsung digadang-gadang jadi ikon baru Kabupaten Cirebon, Tapi, Januari 2024, dua gapura ambruk. Rusak total. Sejumlah orang, dari ASN hingga pihak swasta, dijerat pidana korupsi dan sudah diadili di Pengdilan Tipikor Bandung.
Sejak dua gapura ambruk, wajah Pataraksa pun berubah. Tak menarik lagi. Hingga awal 2026 ini, belum ada perbaikan sama sekali.
Baca Juga:Controlled Landfill TPA Kopiluhur Sudah 75%, Cara Perpanjang Usia TPA KopiluhurDLH Kewalahan Angkut, 1.200 Ton Sampah Per Hari di Kabupaten Cirebon
Kondisinya pun semakin memprihatinkan. Padahal dulu dirancang sebagai area terbuka yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Pemkab Cirebon tak punya anggaran memadai. Karena itu, rencana perbaikan pada 2026 ini dipastikan belum bisa dilakukan secara maksimal.
Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengakui keterbatasan anggaran membuat rencana perbaikan Pataraksa belum bisa menyentuh seluruh kebutuhan. Meski begitu, Imron menegaskan pihaknya tidak tinggal diam.
“Dengan anggaran yang ada, tentu belum bisa maksimal. Kami masih mencari celah bantuan keuangan agar Pataraksa bisa kembali diperbaiki,” ujar Imron, Rabu, 4, Februari 2025.
Keterbatasan anggaran itu juga dibenarkan Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Suyanto. Katanya, alokasi anggaran perbaikan Taman Pataraksa pada 2026 hanya sekitar Rp400 juta.
“Anggarannya memang kecil, sekitar Rp400 juta,” kata Suyanto.
Dengan nominal tersebut, DLH tidak bisa melakukan perbaikan besar-besaran. Fokus kegiatan hanya sebatas penataan agar kondisi taman terlihat lebih baik dibandingkan saat ini.
“Paling hanya penataan saja, supaya tampilannya lebih rapi dan nyaman,” ujarnya kepada Radar Cirebon.
Baca Juga:PD Pembangunan Cirebon Bangkrut? Beredar Surat Rumahkan KaryawanMBG Pertama Kali di SMPN 1 Kota Cirebon, Pertama untuk Siswa, Juga Guru dan Staf Sekolah
Pemkab Cirebon pun berharap ke depan ada tambahan dukungan anggaran, baik dari bantuan keuangan maupun sumber lain, sehingga Taman Pataraksa bisa kembali menjadi ruang publik yang representatif bagi masyarakat.
