RADARCIREBON.ID – Gejolak ekonomi global yang berlangsung saat ini turut memengaruhi pergerakan harga berbagai instrumen investasi berstatus safe haven. Tidak hanya emas batangan, kondisi tersebut juga berdampak pada komoditas emas berjangka. Meski demikian, emas berjangka diproyeksikan tetap memiliki prospek cerah sepanjang 2026.
Kepala Cabang PT Equityworld Futures (EWF) Cirebon, Ernest Firman, mengatakan harga emas sempat mengalami koreksi setelah mencatat kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, koreksi tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika pasar.
“Setiap kenaikan yang terjadi cukup cepat hampir selalu diikuti aksi ambil untung. Penurunan harga ini bukan berarti tren emas langsung berubah arah,” ujarnya.
Baca Juga:Kolaborasi dengan DPRD Provinsi Jabar, BK DPRD Cirebon Kaji Penerapan BK AwardRumah Ludes Terbakar di Suranenggala, Api Diduga dari Tungku Dapur
Ernest menjelaskan, berbeda dengan emas batangan, pergerakan emas berjangka cenderung lebih dinamis karena dipengaruhi berbagai faktor global. Di antaranya arah kebijakan bank sentral, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta kondisi geopolitik dunia.
“Saat ini emas berjangka masih berada dalam fase volatil. Namun, secara tren jangka menengah hingga panjang, instrumen ini masih menarik sebagai sarana lindung nilai,” jelasnya.
Ia menambahkan, sepanjang ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia masih berlangsung, prospek emas berjangka pada 2026 dinilai tetap positif. Namun demikian, investor perlu memahami bahwa emas berjangka bukan instrumen investasi yang dapat dikelola secara pasif.
“Emas berjangka membutuhkan pemahaman yang baik, ketepatan waktu masuk pasar, serta manajemen risiko yang disiplin. Peluangnya ada, tetapi harus diimbangi dengan edukasi dan strategi yang matang,” tuturnya.
Menurut Ernest, pendekatan tersebut penting agar investor tidak sekadar mengejar momentum, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan investasinya dalam jangka panjang. (apr)
