INDRAMAYU – Sebanyak 25 orang jemaah umrah diberangkatkan oleh Travel Umroh Harum Tours pada Rabu, 3 Februari 2026. Acara pelepasan berlangsung khidmat dan hangat di kantor Harum Tours yang berlokasi di Jalan Raya Patrol Baru, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan pelepasan dimulai sekitar pukul 08.30, dengan suasana penuh haru, semangat, dan doa dari keluarga, kerabat, serta seluruh staf Harum Tours. Para jamaah yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Indramayu dan sekitarnya terdiri dari berbagai kalangan usia. Mulai dari yang muda hingga lansia, dan semuanya tampak antusias menyambut perjalanan spiritual mereka menuju Tanah Suci.
Dalam kesempatan tersebut, Aris Dodi, Manager Harum Tours, menyampaikan sambutan sekaligus memberikan arahan dan doa kepada seluruh jamaah sebelum mereka menunaikan ibadah umrah. Dalam arahannya, Aris Dodi menekankan bahwa perjalanan umrah kali ini memiliki nilai yang sangat istimewa. Mengingat, keberangkatan ini bertepatan dengan bulan Sy’aban, satu bulan yang dianggap penuh berkah dalam tradisi Islam. Serta menjelang bulan suci Ramadan yang akan segera tiba.
Baca Juga:Pasca Banjir, Bupati Lucky Hakim dan Baznas Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk WargaMisi Berat Newcastle United di Etihad Stadium, Manchester City Diunggulkan ke Final Piala Liga
Ia berharap para jamaah dapat memaksimalkan perjalanan spiritual ini dengan penuh khidmat, ketenangan, dan kesungguhan dalam beribadah. Sehingga, setiap langkah yang mereka ambil di Tanah Suci tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati dan jiwa yang mampu memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Aris Dodi menambahkan, selama perjalanan umrah selama sembilan hari ini, para jemaah tidak hanya akan melaksanakan ibadah wajib dan sunnah seperti thawaf, sai, serta ibadah di Masjidilharam dan Masjid Nabawi. Tapi juga akan diberikan kesempatan untuk mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang sarat dengan nilai pendidikan dan spiritual.
Di antaranya adalah kunjungan ke museum-museum Islam, percetakan Alquran yang menjadi saksi sejarah perjuangan penyebaran ilmu, serta berbagai situs dan bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi peradaban Islam.
Menurut Aris, pengalaman ini tidak hanya akan memperkaya pengetahuan para jamaah mengenai sejarah Islam dan perkembangan dunia Muslim di Tanah Suci, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk merenungkan perjalanan hidup, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta mengambil hikmah dari sejarah panjang perjuangan para ulama dan tokoh Islam terdahulu.
