RADARCIREBON.ID –Indonesia bakal mencetak tonggak baru dalam layanan haji. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan pemerintah Indonesia akan menjadi negara pertama yang memperoleh kesempatan membeli properti di dua kota suci Islam, Makkah dan Madinah, sebagai bagian dari rencana pembangunan Kampung Haji untuk menampung jamaah asal Indonesia.
Menurut Nasaruddin, peluang tersebut belum pernah diberikan kepada negara lain. Ia mengatakan izin pembelian properti di kawasan Makkah dan Madinah menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan fasilitas yang lebih terintegrasi bagi jamaah Indonesia.
“Kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di Kota Makkah dan Madinah. Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain di Indonesia,” kata Nasaruddin, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga:Percepat PBG-SLF, Pemkab Cirebon Libatkan Konsultan untuk Tingkatkan InvestasiIndeks Masyarakat Digital Kabupaten Cirebon Naik, Tembus 49,34 pada 2025
Ia menilai peluang itu tidak terlepas dari hubungan bilateral yang menguat, termasuk kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman.
Nasaruddin menyebut hubungan tersebut ikut membuka akses Indonesia untuk mendapatkan lokasi strategis yang mendukung rencana pembangunan Kampung Haji.
Lebih lanjut, ia memaparkan rencana Kampung Haji Indonesia di Makkah akan dibangun di lahan sekitar 60 hektare, dengan jarak kurang lebih 1–3 kilometer dari Masjidil Haram. Pemerintah juga merancang konektivitas kawasan itu agar lebih mudah dijangkau jamaah.
“Karena hubungan baik di tingkat pimpinan negara, kita diberikan kesempatan dan sudah memperoleh lahan yang cukup luas. InsyaAllah lokasinya strategis,” ujarnya.
Selain kedekatan jarak, Nasaruddin menyebut kawasan Kampung Haji juga direncanakan terhubung langsung ke Masjidil Haram melalui pembangunan terowongan, sehingga mobilitas jamaah dapat lebih efektif saat puncak musim haji. (dsw)
