RADARCIREBON.ID- Persoalan pada PD Pembangunan membuat Komisi II DPRD Kota Cirebon turun tangan. Mereka akan datang langsung ke kantor PD Pembangunan di Jl Siliwangi (Krucuk), Kota Cirebon.
Para wakil rakyat akan menggelar rapat dan melihat langsung kondisi PD Pembangunan.
Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Mohamad Noupel SH MH membenarkan pihaknya akan turun ke kantor PD Pembangunan.
Baca Juga:Controlled Landfill TPA Kopiluhur Sudah 75%, Cara Perpanjang Usia TPA KopiluhurDLH Kewalahan Angkut, 1.200 Ton Sampah Per Hari di Kabupaten Cirebon
“Jadwalnya besok (hari ini, red) sekitar pukul 09.00 WIB. Kita akan datang langsung ke kantor PD Pembangunan untuk melihat kondisinya sekaligus menggelar rapat,” kata Noupel kepada Radar Cirebon, kemarin.
Noupel menyampaikan, pihaknya sebenarnya sudah pernah mendapatkan kabar mengenai persoalan di PD Pembangunan (merumahkan karyawan).
“Kita sudah mendengar sebelumnya dari salah satu karyawannya.
Kini muncul di media, maka kita tindaklanjuti dengan datang ke PD Pembangunan besok (hari ini, red),” kata Noupel.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Fitrah Malik mengaku tak tahu kalau PD Pembangunan merumahkan karyawan. Yang ia ketahui, tahun 2025 wacana merger beberapa BUMD.
Seperti PD Pembangunan, PD Farmasi, dan PD Pasar. Itupun baru sebatas wacana, belum menjadi diskusi formal.
Mengenai kebijakan merumahkan karyawan, Fitrah Malik mengatakan akan didalami Komisi II.
“Ada rencana Komisi II bertemu direksi PD Pembangunan menanyakan terkait merumahkan karyawan. Nanti kami akan mempertanyakan soal itu, dan upaya apa yang akan dilakukan pemerintah ke depan terhadap situasi ini. Hasil pertemuan nanti kita akan lihat termasuk kemungkinan mendorong melakukan audit,” terang Fitrah.
Baca Juga:PD Pembangunan Cirebon Bangkrut? Beredar Surat Rumahkan KaryawanMBG Pertama Kali di SMPN 1 Kota Cirebon, Pertama untuk Siswa, Juga Guru dan Staf Sekolah
Wakil rakyat lainnya yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya, juga mengaku belum tahu mengenai kabar PD Pembangunan merumahkan para karyawan.
“Belum tahu secara jelas. Alasan karyawan dirumahkan kita belum tahu. Kita berharap kondisi ini berjalan tidak lama, hanya sementara. Perlu kita evaluasi PD Pembangunan problemnya apa saja,” singkat Imam di sela-sela Musrenbang Kecamatan Pekalipan, Rabu (4/2/2026). (abd)
